Ntvnews.id, Probolinggo - Operasi kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dinyatakan telah selesai karena sudah padam dan posko penanganan karhutla tersebut resmi ditutup pada Selasa, 18 Agustus 2026.
"Hari ini posko penanganan darurat bencana karhutla di wilayah TNBTS resmi kami tutup," kata Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan dalam konferensi pers yang digelar di Posko Penanganan Darurat Bencana di Probolinggo.
Hasil operasi penanganan karhutla di kawasan tersebut berjalan aman, lancar, dan terkendali berkat sinergi lintas sektoral antara TNI-Polri, BPBD Jatim, BPBD di empat kabupaten terdampak, TNBTS, BMKG, sukarelawan, masyarakat, hingga insan media.
Operasi yang dilaksanakan sejak 3 hingga 17 Agustus 2026 ini mencatat total luas wilayah terdampak karhutla TNBTS mencapai 1.121,16 hektare. Selama proses pemadaman, tim gabungan di lapangan menghadapi kendala geografis dan alam yang cukup berat.
"Selama penanganan karhutla kami menghadapi tantangan di antaranya kondisi medan dengan tebing terjal dan kabut yang menghalangi water bombing, serta vegetasi sebagian besar semak ilalang kering yang mudah terbakar ketika terdapat bara api," katanya.
Wahyu menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan serta evaluasi melalui penguatan sistem deteksi dini titik api berbasis teknologi modern agar pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.
"Deteksi dini tidak hanya melakukan patroli, tetapi harus menggunakan peralatan teknologi seperti CCTV, kamera drone, foto udara, sehingga memudahkan untuk mendeteksi dini titik api," katanya.
Guna mencegah munculnya titik api baru, ia mengimbau warga lokal dan wisatawan untuk mematuhi seluruh aturan kawasan, mengingat pemicu kebakaran sangat kecil berasal dari faktor alam semata.
"TNBTS bukan hanya milik lokal atau nasional, tetapi Gunung Bromo menjadi pusat perhatian masyarakat dunia,” katanya.
Pascapenutupan posko, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah merancang skema lanjutan penanganan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno mengonfirmasi bahwa dari tiga unit helikopter pemadam yang dikerahkan, dua unit telah ditarik kembali, sedangkan satu unit tetap disiagakan di area lereng Gunung Bromo.
“Satu unit akan tetap melaksanakan pembasahan dalam 1-2 hari ini untuk pencegahan di area lereng maupun area tertentu di kawasan TNBTS,” katanya.
Ke depan, Pemprov Jatim berfokus pada pematangan standar operasional prosedur (SOP), penguatan sarana prasarana penanganan, serta pelaksanaan pemulihan ekosistem di kawasan TNBTS.
(Sumber: Antara)
Foto bersama usai konferensi pers penutupan operasi karhutla Gunung Bromo TNBTS di Probolinggo, Selasa (18/8/2026). (Antara)