BNPB Andalkan Danau Ranu Pani untuk Pemadaman Kebakaran Gunung Bromo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 10:31
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (kanan) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau lokasi kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (kanan) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau lokasi kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Upaya pemadaman kebakaran lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, kini bergantung sepenuhnya pada ketersediaan air di Danau Ranu Pani. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa danau tersebut menjadi satu-satunya sumber air yang dapat diandalkan untuk menyuplai armada pemadam.

"Pengisian air untuk armada pemadaman (water bombing) saat ini mengandalkan pasokan dari Ranu Pani," ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Tim petugas gabungan yang telah berjibaku menggelar operasi pemadaman selama 10 hari terakhir memanfaatkan danau berteknologi alami tersebut secara maksimal. Terletak di ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), Danau Ranu Pani sendiri dikenal luas sebagai titik awal pos pendakian menuju Gunung Semeru dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Penyiraman dari udara menggunakan helikopter water bombing menjadi strategi vital lantaran medan yang terjal. Tim darat mustahil menjangkau titik kebakaran utama yang berada di lereng Gunung Bromo dengan sudut kemiringan ekstrem mencapai 80 derajat.

"Tim pemadam darat tidak memungkinkan untuk menjangkau lokasi demi keselamatan jiwa personel di lapangan," ungkap Suharyanto.

Meskipun dihadapkan pada hambatan medan dan keterbatasan akses, pihak BNPB tetap optimistis kebakaran lahan di TNBTS dapat segera dikendalikan secara menyeluruh melalui kombinasi skema yang ada, termasuk rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

OMC merupakan bentuk intervensi ilmiah untuk meningkatkan potensi curah hujan dengan menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke dalam gumpalan awan menggunakan pesawat khusus. Strategi ini diharapkan mampu membasahi area terdampak secara optimal sehingga sisa-sisa api tidak mudah kembali membara akibat hembusan angin.

"Berdasarkan penjelasan BMKG, terdapat potensi awan hujan pada 14-16 Agustus. Jika potensi tersebut dikonfirmasi, BNPB akan segera menggelar OMC agar hujan dapat diturunkan secara optimal di area terdampak," kata Suharyanto.

 
(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close