Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan pemerintah terus mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Pratikno memimpin langsung rapat koordinasi sekaligus meninjau proses penanganan karhutla di kawasan Bromo. Ia mengatakan upaya tim gabungan dalam memadamkan api telah memberikan perkembangan yang signifikan.
Dari sebelumnya terdapat 34 titik api, saat ini jumlahnya telah berkurang menjadi dua titik yang masih menjadi prioritas pemadaman.
“Memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Sebelumnya sudah mencapai 34 titik, sekarang tinggal dua titik api seperti yang bisa kita lihat di belakang,” ujar Pratikno dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kunjungan Pratikno ke lokasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan kebakaran di Bromo dan wilayah lain dapat dilakukan secepat mungkin. Pemerintah juga diharapkan dapat segera memulihkan kondisi ekosistem serta aktivitas masyarakat yang terdampak.
Baca Juga: Pratikno Bantah Mundur dari Kabinet Prabowo: Saya Masih Bertugas di Bromo
“Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang sangat serius terhadap kebakaran di Bromo dan daerah-daerah lain. Oleh karena itu, kita semua harus bekerja keras. Target waktunya pemadaman harus dilakukan secepat-cepatnya,” kata Pratikno.
Selain mengandalkan pemadaman secara langsung, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengendalikan kebakaran. Salah satunya dengan mempersiapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“BMKG dan BNPB terus mendeteksi potensi awan dalam beberapa hari ke depan. Jika potensinya mencukupi, BNPB sudah mempersiapkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. Jadi, kita bukan hanya memadamkan sisa api, tapi juga membasahi kawasan untuk mencegah kebakaran berikutnya,” kata Pratikno.
Baca Juga:Kebakaran Gunung Bromo Meluas 899,35 Hektare, Tim Gabungan Fokus Padamkan Titik Api
Pratikno juga menekankan perlunya keterlibatan aktif seluruh kepala daerah serta unsur pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering, yang dapat terjadi bersamaan di sejumlah wilayah.
“Oleh karena itu, saya harapkan para kepala daerah dan pimpinan daerah, TNI dan Polri, semuanya bergerak cepat memadamkan potensi kebakaran sekaligus mencegah terjadinya bencana sejak dini,” kata dia.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla di kawasan Bromo (Antara)