Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau proses pengerukan Anak Kali Krukut di Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penataan sungai sepanjang sekitar 2,3 kilometer tersebut menjadi perhatian setelah disebut tidak pernah dikeruk selama hampir 60 tahun.
Katanya, penanganan Anak Kali Krukut tak cukup hanya dilakukan dengan pengerukan. Ia meminta Pemprov DKI melakukan penataan secara menyeluruh agar persoalan sungai tidak kembali muncul setelah proses normalisasi selesai.
Menurut Pramono, dirinya telah tiga kali meninjau lokasi tersebut. Dari hasil pemantauan, ia menilai pengerukan saja tidak akan menyelesaikan persoalan dalam jangka panjang.
"Penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar untuk menggali, karena saya melihat kalau ini hanya digali, pasti nanti akan kembali, walaupun ini sudah hampir 60 tahun tidak pernah digali," katanya.
Ia mengungkapkan, saat berdialog dengan warga setempat, dirinya mendapatkan informasi bahwa Anak Kali Krukut memang sudah puluhan tahun tidak pernah dilakukan pengerukan secara menyeluruh.
Karena itu, Pemprov DKI akan mengubah pendekatan penanganan dari sekadar normalisasi sungai menjadi penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer.
Pramono menjelaskan, penataan kawasan Anak Kali Krukut akan mencakup pembangunan turap di sisi sungai. Pemprov DKI juga akan menata fasilitas MCK yang selama ini masih tersedia secara parsial di sekitar kawasan tersebut.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Selain itu, area sepanjang sungai akan dihijaukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata sekaligus menambah ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
"Kalau kawasan, artinya adalah sepanjang 2,3 kilometer tadi kita rencanakan lebih matang. Nanti kiri-kanannya dibuat turap, kemudian MCK yang selama ini masih bersifat parsial di sini nanti akan ditata secara khusus, kemudian turapnya dibuat, dan sepanjang 2,3 kilometer saya sudah minta juga dihijaukan," ujarnya.
"Supaya ini juga menjadi, sebagai kota global kita memberikan ruang contoh bagi publik untuk bisa menangani permasalahan yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak pernah tersentuh," sambung orang nomor satu di DKI tersebut.
Di sisi lain, Pramono meminta masyarakat ikut menjaga hasil penataan Anak Kali Krukut. Ia mengingatkan warga agar tidak kembali menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan sia-sia apabila kebiasaan membuang sampah ke sungai tetap berlangsung.
"Percuma kita lakukan perbaikan kalau kemudian habit atau tabiat membuang sampah di sungai itu masih ada, dan itu akan membuat sungainya juga dengan cepat akan tersumbat kembali," imbuhnya.
Pramono memastikan penataan Anak Kali Krukut tidak dilakukan secara parsial. Pemprov DKI akan mengintegrasikan pengerukan dengan pembangunan turap, penataan MCK, serta penghijauan di sepanjang kawasan.
"Jadi nanti perubahannya tidak setengah-setengah lagi, tidak hanya sekadar digali supaya lancar, tetapi ditangani secara menyeluruh. Termasuk dilakukan penghijauan, dilakukan turap, MCK-nya dibangun, dan sebagainya," kata Pramono.
Kali Anak Krukut Jakarta Pusat (NTVNews.id/Adiansyah)