Ntvnews.id, Jakarta -Titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dipastikan telah padam pada Rabu (12/8). Perkembangan positif ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.
Sebelumnya, hingga Selasa (11/8), petugas masih harus berjibaku menjinakkan dua titik api tersisa yang berlokasi di kawasan P30 (Probolinggo) dan kawasan Dingklik (Pasuruan). Lokasi yang berada di tebing terjal menyulitkan upaya pemadaman secara manual sehingga petugas mengandalkan metode water bombing dengan mengerahkan tiga unit helikopter.
"Alhamdulillah informasi yang kami dapat bahwa di kawasan P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo sudah tidak terlihat titik api dan yang masih menyala di kawasan Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan," ujar Oemar di Probolinggo.
Dari total 34 titik api yang terdeteksi sejak awal bencana, kini hanya menyisakan satu titik api di kawasan Dingklik. Seluruh personil dan armada gabungan pun langsung dialihkan untuk fokus menyelesaikan pemadaman di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang masuk wilayah Kabupaten Pasuruan tersebut.
Baca juga: Kebakaran TNBTS Meluas, 500 Hektare Lahan Terbakar dan Akses Bromo Ditutup
"Semua potensi dari BPBD sudah diturunkan mulai dari kendaraan Damkar dari Surabaya, Malang, Nganjuk, Jombang, Kabupaten/Kota Pasruan, Mojokerto, dan Probolinggo untuk fokus di Pasuruan," tutur Oemar.
Langkah percepatan ini sejalan dengan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang menargetkan seluruh operasi pemadaman karhutla Gunung Bromo tuntas paling lambat pada Jumat (14/8). Penuntasan secara cepat menjadi krusial lantaran armada helikopter water bombing yang disiagakan di lokasi akan segera dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran di daerah lain.
"Titik api di kawasan P30 Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo serta wilayah Dingklik di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan terpantau kondisi medan yang berupa tebing dan sulit dijangkau membuat pemadaman secara manual menghadapi kendala," ungkap Suharyanto sebelumnya.
Hingga Selasa (11/8), total luas kawasan TNBTS yang terdampak karhutla telah mencapai kurang lebih 889 hektare. Area terbakar tersebut tersebar di empat wilayah administratif, meliputi Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.
Baca juga: 3 Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Saat tim gabungan terus berjuang menuntaskan sisa api di lapangan, masyarakat di sekitar kawasan TNBTS diimbau untuk menjaga kewaspadaan serta menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.
(Sumber: Antara)
Pantauan petugas BPBD Probolinggo yang memantau kondisi karhutla di P30 sudah tidak ada titik api pada Rabu (12/8/2026). (Antara)