Ntvnews.id, Jakarta - Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus mengalami perluasan. Dalam kurun waktu satu hari, api menghanguskan lahan sekitar 250 hektare.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan, luas keseluruhan area yang terdampak kebakaran sejak insiden pertama kali terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026. kini diperkirakan mencapai 500 hektare. Luasan tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses penanganan kebakaran yang berlangsung.
"500 hektare ini bukan berarti saat ini sedang terbakar semuanya, tetapi tambahan 250-an hektare terjadi kemarin sampai tadi pagi. Nah, ini sebagian sudah padam," kata Emil, Minggu, 9 Agustus 2026 lalu.
Menurut Emil, sebagian besar area yang terbakar merupakan wilayah yang ditumbuhi alang-alang. Vegetasi tersebut sangat mudah terbakar dan api dapat dengan cepat menjalar, terlebih ketika kondisi angin cukup kencang.
"Memang yang terbakar ini daerah savana, alang-alang yang sangat mudah terbakar, dan kebakaran ini pun terjadi di malam hari. Nah, saat sudah padam ini, ada personel dari berbagai unsur, dari TNI Angkatan Darat, dari Kodim, juga dari Polres, dan juga dari Kementerian Kehutanan melalui Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan dari BPBD provinsi dan BPBD kabupaten. Yang diterjunkan adalah Damkar, personil lapangan, serta kendaraan tangki air," jelasnya.
Baca Juga: Menhut Serahkan Penyelidikan Karhutla Gunung Bromo kepada Aparat Penegak Hukum
Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan melalui jalur darat. Emil mengatakan operasi water bombing menggunakan helikopter terus dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengatasi titik-titik api yang masih menyala.
"Ini yang kemudian melakukan kombinasi pemadaman menggunakan helikopter di titik yang masih ada apinya, dan juga untuk melakukan pemadaman di titik-titik api kecil serta pendinginan di lapangan langsung. Dan selain dari titik di sekitar B29 maupun di daerah yang disebut sebagai Watangan di sisi paling barat dengan luas sekitar 500 hektare, ada satu titik api lain yang berlokasi jauh berjarak dari sini, bukan di bagian 500 hektare, yaitu di Penanjakan," bebernya.
Titik kebakaran di kawasan Penanjakan turut menjadi perhatian petugas karena berada di lokasi yang terpisah dari area kebakaran seluas 500 hektare tersebut. Helikopter water bombing kemudian diarahkan untuk membantu memadamkan api di kawasan itu.
"Nah, di Penanjakan ini terjadi api yang saat ini juga menjadi sasaran operasi dari helikopter water bombing. Tadi sudah melakukan pengambilan air dari Ranu Regulo. Tadi pagi sekitar jam 08.00, satu titik di B29 sudah dilakukan water bombing, dan setelah ini akan dilakukan water bombing dari air yang diambil di Ranu Regulo di Penanjakan. Tiga unit akan fokus di dua titik ini dulu. Ditambah ada tambahan personil untuk melakukan gerakan darat, gerakan lapangan di titik Penanjakan juga. Jangan sampai Penanjakan ini kemudian menjadi tambahan yang meluas," tambahnya.
Emil menegaskan, penanganan kebakaran di Penanjakan menjadi salah satu prioritas agar api tidak berkembang dan menambah luas area terdampak. Di sisi lain, tim juga tetap berupaya mengendalikan kebakaran yang membentang dari wilayah Watangan di bagian barat hingga Pundak Lembu B29 di timur.
"Jadi kita fokus segera mematikan yang di Penanjakan, dan kemudian fokus bagaimana yang 500 hektare dari barat di Watangan sampai ke timur di Pundak Lembu B29 ini bisa ditangani. Sesuai dengan arahan Ibu Gubernur, dua helikopter setelah ditambah lagi dengan satu unit helikopter water bombing," tandasnya.
Akses Wisata Bromo Ditutup
Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin, 3 Agustus 2026. (Antara)
Kebakaran yang masih berlangsung turut berdampak terhadap aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) untuk sementara melarang wisatawan memasuki kawasan Kaldera Bromo.
Seluruh jalur menuju Bromo dari empat wilayah, yakni Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo, ditutup sementara bagi wisatawan.
Meski demikian, pengunjung masih diperbolehkan menyaksikan kawasan kawah Bromo dari sejumlah lokasi, seperti Cemoro Lawang dan Penanjakan 1 Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.
Wisatawan yang sudah memiliki tiket masuk juga diberikan sejumlah pilihan oleh BB-TNBTS. Mereka dapat mengubah jadwal kunjungan atau melakukan reschedule sampai akses wisata kembali dibuka.
Selain itu, wisatawan juga dapat memilih opsi pengembalian biaya tiket atau refund.
Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan bahwa penutupan seluruh jalur masuk dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas. Keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.
Rudijanta mengatakan, petugas masih melihat adanya kemungkinan api menjalar ke kawasan lainnya sehingga pembatasan akses diberlakukan sampai situasi dinilai aman.
"Kita putuskan semua pintu ditutup karena memperhatikan keselamatan pengunjung dan membatasi akses sampai situasi memungkinkan untuk dibuka kembali," ujar Rudijanta, Minggu, 9 Agustus 2026.
Ilustrasi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas dan melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Sabtu, 8 Agustus 2026. (Antara)