Ntvnews.id, Jakarta - Helikopter Chinook CH-47 milik Jepang akhirnya mulai menjalankan operasi water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Operasi tersebut dilakukan setelah kegiatan pemadaman udara sempat terhenti selama dua hari akibat jarak pandang yang terbatas karena kabut asap.
Perwakilan Kementerian Pertahanan melalui Liaison Officer (LO) Chinook CH-47 Jepang, Kapten Pnb Dhimas Jati, mengatakan satu dari tiga helikopter Chinook yang berada di Kalimantan Barat telah menjalankan misi pemadaman di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan.
"Dari tiga helikopter Chinook CH-47 yang ada di Kalbar, hari ini satu helikopter di Kabupaten Ketapang melakukan satu sortie water bombing dengan tiga run di Desa Pagar Mentimun," kata Perwakilan Kementerian Pertahanan melalui Liaison Officer (LO) Chinook CH-47 Jepang, Kapten Pnb Dhimas Jati di Ketapang, Rabu, 23 September 2026.
Dhimas menjelaskan helikopter tersebut menjalankan satu sortie dengan tiga kali run pemadaman di Desa Pagar Mentimun.
Baca Juga: Atasi Karhutla 44 Km dari IKN, TNI AU Terjunkan Helikopter Water Bombing
Sementara itu, dua Chinook CH-47 lainnya yang berada di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, masih belum diterbangkan untuk operasi pemadaman karena kondisi jarak pandang yang belum mendukung.
"Satu heli belum bisa terbang karena faktor visibility yang masih terbatas dan hanya melakukan ground run atau ground check. Satu heli lainnya masih standby sambil menunggu arahan," katanya.
Dhimas mengatakan keterbatasan jarak pandang tersebut sebelumnya menyebabkan seluruh helikopter Chinook CH-47 tidak dapat menjalankan water bombing selama dua hari. Kondisi itu berkaitan dengan faktor keselamatan penerbangan.
Berdasarkan hasil briefing tim terpadu penanganan karhutla Kalimantan Barat, ketiga helikopter Chinook CH-47 direncanakan kembali menjalankan operasi pemadaman pada Kamis, 24 September 2026.
Untuk helikopter yang telah berada di Ketapang, operasi dijadwalkan berlangsung dalam dua sortie water bombing. Pemadaman akan difokuskan di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, serta wilayah Kecamatan Kendawangan.
Adapun dua helikopter yang masih berada di Kijing, Mempawah, akan diarahkan untuk membantu pemadaman di lokasi terdekat apabila kondisi jarak pandang sudah memungkinkan penerbangan dilakukan.
Baca Juga: Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Semeru
Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyampaikan bahwa pengerahan Chinook CH-47 merupakan bagian dari misi kemanusiaan Pemerintah Jepang untuk mendukung Indonesia dalam menangani karhutla di Kalimantan Barat.
"Saya mewakili Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Jepang yang hampir dua minggu ini ikut berjibaku bersama Pemerintah Indonesia melakukan pemadaman karhutla di wilayah Kalbar," kata Dhimas.
Menurut Budi, Ketapang menjadi salah satu wilayah yang mendapat prioritas penanganan karena sudah cukup lama tidak mengalami hujan sehingga kondisi tersebut memicu bertambah luasnya titik api.
Penanganan melalui operasi udara kemudian diperkuat oleh BNPB bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api.
Perwakilan Japan Self-Defense Forces (JSDF) mengatakan pasukan Jepang senang dapat bekerja sama dengan Indonesia dalam misi kemanusiaan tersebut, termasuk mengoperasikan Chinook CH-47 untuk membantu pemadaman karhutla di Ketapang.
(Sumber: Antara)
Helikopter Chinook CH-47 milik Jepang akhirnya melakukan water bombing perdana di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, setelah dua hari tertahan kondisi jarak pandang akibat kabut asap (Antara)