Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Semeru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 19:42
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Helikopter mengambil air di danau Ranu pani untuk melakukan water bombing dalam karhutla Gunung Semeru Helikopter mengambil air di danau Ranu pani untuk melakukan water bombing dalam karhutla Gunung Semeru (Antara)

Ntvnews.id, Lumajang, Jawa Timur - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilakukan dengan bantuan helikopter melalui metode water bombing pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Kebakaran tersebut terjadi di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Bantuan udara dikerahkan untuk menjangkau sejumlah lokasi yang sulit didatangi petugas melalui jalur darat.

"Hari ini ada helikopter water bombing yang membantu pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Semeru di area yang tidak bisa dijangkau dengan jalur darat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho.

Ia menjelaskan sejumlah titik api terpantau berada di Blok Ranu Kembang, Ledok Bedor, dan Bukit Ayak-ayak. Api kemudian merembet ke arah Ranu Kumbolo. Petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman di sejumlah blok yang berada dalam kawasan TNBTS tersebut.

"Dua helikopter milik BPBD Jatim diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan dengan proses mengambil air untuk water bombing di kawasan danau Ranu Pani, sehingga diharapkan titik api di medan yang sulit terjangkau bisa padam," tuturnya.

Baca Juga: Gunung Semeru Terbakar, 170 Pendaki Berhasil Dievakuasi dalam Kondisi Selamat

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III TNBTS Agus Kusuma Negara mengatakan kondisi geografis menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran di kawasan Gunung Semeru.

Menurut Agus, lokasi kebakaran berada di lereng dengan kontur yang cukup terjal. Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat menjangkau seluruh titik api dengan mudah menggunakan jalur darat.

"Saat ini seperti yang terlihat asap di wilayah Ayak-ayak. Secara landscape ada dua titik api, di Ayak-ayak dan Pangonan Cilik. Nah, dua itu yang menjadi titik pemadaman saat ini," katanya.

Baca juga: Gunung Semeru Alami 21 Kali Gempa Letusan dalam 6 Jam, Status Siaga

Petugas gabungan hingga Jumat masih memantau dan menangani sejumlah lokasi yang terdampak kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi api kembali meluas, terutama karena kondisi angin yang cukup kencang dan medan yang terjal.

Situasi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati dan membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari lapangan, kebakaran sejauh ini telah menghanguskan sekitar 160 hektare kawasan hutan di Gunung Semeru. Namun, luas area terdampak masih berpotensi bertambah karena kobaran api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Jumat.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close