Ntvnews.id, Vatikan - Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, menyatakan bahwa dirinya tidak memandang identitasnya sebagai orang Amerika Serikat sebagai hal yang utama.
Dalam wawancara bersama NBC, Paus yang lahir di Chicago, Amerika Serikat, menegaskan bahwa ia lebih melihat dirinya sebagai seorang paus yang kebetulan berasal dari Negeri Paman Sam.
"Saya lebih menganggap diri saya sebagai paus yang kebetulan orang Amerika. Bukan berarti saya meremehkan makna menjadi orang Amerika," kata Paus Leo, seperti dikutip dari AFP, Jumat, 31 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menjawab pertanyaan mengenai arti penting statusnya sebagai warga Amerika Serikat.
Paus Leo menuturkan bahwa dirinya memiliki kecintaan terhadap Amerika. Namun, menurutnya, tugas utamanya adalah menjadi gembala bagi Gereja Katolik dan menyampaikan pesan kepada umat di berbagai belahan dunia.
Ketika ditanya mengenai hal yang paling ia sukai dari Amerika, paus berusia 70 tahun itu menjawab, "banyak".
Baca Juga: Menlu AS Temui Paus Leo XIV di Vatikan, Tegaskan Hal Ini
"Dalam artian, mengenai prinsip dan nilai-nilai yang diperjuangkan Amerika, seperti semangat kebebasan, adanya peluang, serta sikap terbuka yang selama beberapa generasi telah mengundang orang-orang dari seluruh dunia untuk menjadi bagian dari Amerika," ujar Paus Leo.
Dalam kesempatan yang sama, Paus Leo juga mengungkapkan latar belakang keluarganya. Ia mengatakan bahwa kakek dan neneknya merupakan para imigran. Bahkan, dari garis keluarga ibunya, ia memiliki leluhur yang pernah menjadi budak sekaligus pemilik budak.
"Kami punya leluhur yang pernah menjadi budak sekaligus pemilik budak," ucapnya.
Paus Leo dikenal konsisten menyuarakan dukungan terhadap para migran, sejalan dengan sikap pendahulunya, Paus Fransiskus. Ia juga pernah mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap para imigran yang dinilainya "tidak manusiawi".
Dalam wawancara tersebut, Paus Leo mengaku belum memiliki agenda untuk mengunjungi Amerika Serikat. Meski demikian, ia berharap dapat kembali ke negara kelahirannya dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Paus Leo XIV, Kepala Negara Vatikan, memberikan pidato di Aula Cihannuma, Perpustakaan Nasional Kepresidenan, usai pertemuan Masyarakat Sipil dan Delegasi Diplomatik yang diadakan di Ankara, Turki pada 27 November 2025. ANTARA/Do?ukan Keskink?l?ç/Ana (Antara)