Paus Leo XIV Salurkan Bantuan Darurat Rp1,8 Miliar untuk Korban Gempa Kembar Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 08:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Paus Leo XIV. ANTARA/Anadolu/py/pri. Paus Leo XIV. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Vatikan - Paus Leo XIV menyalurkan bantuan darurat tahap awal senilai 100.000 euro atau sekitar USD 114.000 bagi para korban gempa kembar yang mengguncang Venezuela. Bencana tersebut terjadi akibat dua gempa besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5.

Dana bantuan tersebut berasal dari Apostolic Almonry, lembaga Vatikan yang bertugas mengelola kegiatan amal dan penyaluran bantuan kemanusiaan atas nama Paus kepada masyarakat yang mengalami kesulitan.

Menurut Vatican News, media resmi Vatikan, bantuan itu merupakan "kontribusi awal" yang ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan mendesak dalam proses tanggap darurat pascabencana.

Venezuela diguncang dua gempa bumi kuat yang terjadi antara Rabu malam hingga Kamis dini hari. Bencana tersebut menimbulkan kerusakan luas dan menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 164 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Sejumlah negara telah menyatakan kesiapannya membantu Venezuela menghadapi dampak bencana. Di antaranya Kuba, Iran, Italia, Amerika Serikat, serta Uni Eropa yang menawarkan dukungan kemanusiaan kepada negara yang saat ini masih menghadapi tekanan akibat krisis ekonomi dan sosial berkepanjangan.

Baca Juga: PBB Dukung Peringatan Paus Leo XIV Soal Bahaya AI

Di lokasi terdampak, tim penyelamat bersama warga terus melakukan pencarian korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan. Proses evakuasi berlangsung tanpa henti untuk menemukan korban selamat di tengah kondisi yang sulit.

Selain bantuan dari Vatikan, Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat juga menawarkan pengiriman tim penyelamat ke Venezuela setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah barat Caracas pada Rabu, 24 Juni 2026. Gempa tersebut disebut sebagai salah satu yang paling kuat yang pernah terjadi di negara itu sejak tahun 1900.

Jumlah korban terus bertambah seiring berjalannya proses pencarian. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, melaporkan sedikitnya 164 orang meninggal dunia dan lebih dari 970 orang mengalami luka-luka. Ia menyebut Negara Bagian La Guaira yang terletak di utara Caracas menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Paus Leo XIV, Kepala Negara Vatikan, memberikan pidato di Aula Cihannuma, Perpustakaan Nasional Kepresidenan, usai pertemuan Masyarakat Sipil dan Delegasi Diplomatik yang diadakan di Ankara, Turki pada 27 November 2025. ANTARA/Do?ukan Keskink?l?&ccedil;/Ana <b>(Antara)</b> Paus Leo XIV, Kepala Negara Vatikan, memberikan pidato di Aula Cihannuma, Perpustakaan Nasional Kepresidenan, usai pertemuan Masyarakat Sipil dan Delegasi Diplomatik yang diadakan di Ankara, Turki pada 27 November 2025. ANTARA/Do?ukan Keskink?l?ç/Ana (Antara)

Di tengah duka yang menyelimuti para korban, banyak keluarga masih menunggu kabar anggota keluarga mereka yang hilang. Salah satunya Larry Rojas, warga berusia 49 tahun dari Catia La Mar, La Guaira, yang keluarganya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

"Kami tidak punya apa-apa, saat ini kami tidak punya apa-apa, bahkan kekuatan atau keberanian untuk masuk ke sana, bayangkan saja," kata Larry Rojas (49) kepada AFP saat berdiri di depan bangunan yang runtuh, tempat keluarganya terjebak di kota Catia La Mar, La Guaira.

Bantuan yang dikirim Vatikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban sekaligus memperkuat upaya kemanusiaan internasional yang terus mengalir ke Venezuela pascagempa dahsyat terseb

ut.

x|close