Menpar Sebut Penerapan Strategi Adaptif Sukses Dongkrak Kinerja Pariwisata RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 17:39
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wisatawan menikmati panorama di Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (6/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Nusa Tenggara Timur pada Juni 2026 mencapai 29.152 kunjungan atau meningkat 40,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 20.715 kunjungan Wisatawan menikmati panorama di Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (6/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Nusa Tenggara Timur pada Juni 2026 mencapai 29.152 kunjungan atau meningkat 40,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 20.715 kunjungan (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta-Sektor pariwisata Indonesia membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026 pada berbagai indikator utama. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari keberhasilan penerapan strategi adaptif oleh pemerintah.

Dalam keterangan resminya pada Senin (10/8), Widiyanti menjelaskan bahwa langkah adaptif tersebut mencakup penyesuaian pasar (market pivot), penguatan promosi di negara dengan potensi pertumbuhan tinggi, peningkatan mobilitas wisatawan nusantara, hingga pengembangan produk dan destinasi berkualitas.

"Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah," ujar Menpar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari–Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan, naik 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga:Menpar Bahas Investasi Venue Konser Bersama Danantara untuk Perkuat Industri Event

Pertumbuhan kunjungan didorong oleh kenaikan dari kawasan Asia lainnya (hampir 10 persen), Asia Tenggara (8,22 persen), dan Oseania (6,60 persen). Hasil ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kunjungan wisman tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Dari sisi kualitas belanja, rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan meningkat 6,36 persen menjadi sekitar 1.313 dolar AS.

Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatatkan angka impresif mencapai 630,41 juta perjalanan, naik 2,71 persen dari semester I 2025. Di sisi lain, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri justru turun 2,40 persen menjadi 4,46 juta perjalanan, sehingga Indonesia mencatatkan surplus kunjungan sebesar 2,99 juta.

Realisasi investasi di sektor pariwisata melesat hingga Rp39,68 triliun (naik 16,64 persen YoY). Angka tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp12,19 triliun (melonjak 37 persen) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp27,48 triliun (naik 9,39 persen).

Baca juga:AHY Dorong Pengembangan Marina Bali untuk Tarik Wisatawan Kelas Atas

"Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi," tutur Widiyanti.

Aktivitas pariwisata turut mengerek tingkat hunian kamar hotel (okupansi) sebesar 2,48 poin persentase menjadi 48,20 persen.

Geliat pariwisata memberi dampak berganda pada pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II 2026 yang tumbuh 5,29 persen. Sektor terkait pariwisata mencatatkan lonjakan signifikan:

Akomodasi dan Makan Minum: tumbuh 10,60 persen
Transportasi dan Pergudangan: tumbuh 5,65 persen
Jasa Perusahaan: tumbuh 5,08 persen
Jasa Lainnya: tumbuh 6,36 persen

Secara keseluruhan, sektor-sektor pendukung tersebut menyumbang sekitar 0,86 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga:BPS Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Daging Ayam Ras

“Angka-angka tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan wisata mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus," kata Menpar.

(Sumber:Antara)

HIGHLIGHT

x|close