5 Provinsi Berbasis Industri Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi pada Triwulan II-2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 18:53
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

Ntvnews.id, Jakarta - Perekonomian Indonesia pada triwulan II-2026 tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).

Di tingkat daerah, sebanyak 17 dari 38 provinsi berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional. Lima provinsi dengan pertumbuhan tertinggi yakni Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepulauan Riau, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

tabel provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II-2026 (%,yoy) tabel provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II-2026 (%,yoy)

Maluku Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, yakni sebesar 15,35 persen (y-on-y). Kinerja tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 48,93 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara. Dengan peran yang besar tersebut, sektor ini mampu tumbuh 35,84 persen (y-on-y) dan memberi sumber pertumbuhan sebesar 13,95 persen,” jelas Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Baca juga: BPS: Pengangguran Turun Jadi 7,22 Juta Orang pada Mei 2026

Sementara itu, NTB menempati posisi kedua dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,41 persen (y-on-y). Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya aktivitas pertambangan yang tumbuh 30,57 persen (y-on-y), serta industri pengolahan yang meningkat 7,45 persen seiring naiknya aktivitas smelter konsentrat bijih tembaga pada triwulan II-2026.

Pola serupa juga terlihat di Kepulauan Riau dan Gorontalo. Di Kepulauan Riau, industri pengolahan tumbuh 6,11 persen (y-on-y), sedangkan di Gorontalo sektor tersebut mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi, yakni 33,34 persen (y-on-y).

Adapun di Sulawesi Tenggara, industri pengolahan tumbuh 14,78 persen (y-on-y) dan menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar dengan kontribusi sebesar 1,48 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa provinsi-provinsi dengan pertumbuhan industri pengolahan yang kuat cenderung mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada triwulan 2-2026. Ini mengindikasikan bahwa industrialisasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, termasuk 5 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan 2-2026,” tutup Amalia.

Baca juga: Kadin Bicara Soal Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

HIGHLIGHT

x|close