Larangan Trump Berlaku, Reporter Mulai Ditolak Masuk Gedung Putih

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 09:02
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Gedung Putih Amerika Serikat Gedung Putih Amerika Serikat (Antaranews)

Ntvnews.id, Washington D.C - Larangan peliputan yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berdampak terhadap aktivitas jurnalis di Gedung Putih. Reporter CNN Betsy Klein ditolak masuk ke kompleks Gedung Putih pada Sabtu, 19 September 2026 pagi waktu setempat setelah kartu pers miliknya dinonaktifkan.

Penolakan tersebut terjadi sehari setelah Trump mengumumkan pembatasan akses bagi CNN, MS NOW, dan Politico. Pengumuman itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Jumat, 18 September 2026 dan dinyatakan berlaku segera.

Klein mengatakan seorang agen Dinas Rahasia AS memberitahunya bahwa kartu pers yang dimilikinya sudah dinonaktifkan. Kepada pembawa acara CNN Kasie Hunt, Klein mengaku sempat meminta penjelasan lebih lanjut mengenai alasan penonaktifan tersebut.

"Ia bilang tidak punya informasi lebih lanjut. Saya bertanya sekali lagi apakah ada rincian lain yang bisa ia bagikan, dan ia bilang saya harus dirujuk ke Kantor Pers Gedung Putih," kata Klein, melansir dari CNN, Minggu, 20 September 2026.

Bukan hanya CNN, seorang reporter dan fotografer MS NOW juga mengalami penolakan ketika hendak memasuki area Gedung Putih untuk menjalankan tugas jurnalistik pada Sabtu pagi.

"Petugas meminta saya menyerahkan lencana saya. Ia bilang lencana itu dinonaktifkan. Saya bertanya mengapa saya tidak bisa masuk. Ia bilang itu di luar wewenangnya," kata koresponden MS NOW Akayla Gardner dalam siaran langsung dari luar perimeter Gedung Putih.

Gardner mengatakan fotografer yang mendampinginya akhirnya dapat masuk setelah seorang produser MS NOW melakukan pemindaian terhadap lencana pers miliknya.

CNN menegaskan akan tetap menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput pemerintahan AS meskipun terdapat pembatasan terhadap akses fisik ke Gedung Putih maupun sejumlah gedung pemerintahan lainnya.

Baca Juga: Gedung Putih Samakan Kartel Meksiko dengan ISIS dan Al Qaeda

"Kami memiliki hak berdasarkan Konstitusi AS untuk melakukan peliputan tanpa hambatan atau campur tangan pemerintah, dan larangan ini adalah serangan ilegal terhadap hak mendasar ini," tulis CNN dalam pernyataannya.

Sementara itu, MS NOW menyatakan jaringan tersebut akan menempuh berbagai langkah untuk mempertahankan hak pers sebagaimana dijamin dalam Amandemen Pertama Konstitusi AS.

MS NOW menyatakan jaringan itu "berniat mengambil segala langkah yang diperlukan untuk membela hak Amandemen Pertama kami dan peran penting jurnalisme independen dalam demokrasi kita".

Trump sebelumnya menuding CNN, MS NOW, dan Politico terus menyebarkan berita palsu. Ia juga membuka kemungkinan memperluas pembatasan tersebut kepada media lain, termasuk The New York Times dan The Washington Post.

"Saya tidak harus membiarkan mereka masuk ke rumah rakyat," ujar Trump saat ditanya wartawan Gedung Putih mengenai alasan di balik larangan tersebut.

Foto yang diambil pada 7 Mei 2026 ini memperlihatkan Gedung Putih di belakang lampu lalu lintas di Washington, D.C., Amerika Serikat. (ANTARA/Xinhua/Li Rui.) <b>(Antara)</b> Foto yang diambil pada 7 Mei 2026 ini memperlihatkan Gedung Putih di belakang lampu lalu lintas di Washington, D.C., Amerika Serikat. (ANTARA/Xinhua/Li Rui.) (Antara)

Hingga laporan tersebut diterbitkan, CNN menyebut belum mendapatkan tanggapan dari Gedung Putih mengenai penolakan terhadap para jurnalis pada Sabtu.

Presiden Reporters Committee for Freedom of the Press Bruce D. Brown pada Jumat menilai larangan semacam itu bertentangan dengan konstitusi.

"Amandemen Pertama jelas bahwa begitu Gedung Putih mengundang sejumlah jurnalis, ia tidak bisa melarang yang lain karena tidak menyukai pemberitaan mereka. Ini diskriminasi sudut pandang menurut buku teks dan akan cepat dibatalkan pengadilan bila digugat," kata Brown.

CNN menyebut sejumlah komentator menduga kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya mengalihkan perhatian dari pemberitaan negatif selama sepekan menjelang pemilu. Namun, hal tersebut merupakan spekulasi para komentator, bukan penjelasan resmi dari Gedung Putih.

Perselisihan antara Trump dan CNN terkait akses pers juga pernah terjadi sebelumnya. Pada 2018, kredensial reporter utama CNN di Gedung Putih ketika itu, Jim Acosta, dicabut setelah terjadi perdebatan dengan Trump. CNN kemudian menggugat keputusan tersebut dan Gedung Putih akhirnya mengembalikan kredensial Acosta secara permanen.

Direktur Eksekutif Reporters Without Borders Amerika Utara Clayton Weimers mengatakan Trump berupaya menentukan siapa yang dapat meliput aktivitasnya dan lokasi peliputannya.

"Akses pers bukan hak istimewa bagi jurnalis. Itu hak untuk memastikan rakyat Amerika mendapat informasi secara independen," kata Weimers.

x|close