Menko Muhaimin Tekankan Pemberdayaan UMKM Harus Berujung pada Akses Pasar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 17:01
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Menko Muhaimin Iskandar Menko Muhaimin Iskandar (Dokumentasi)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya memperkuat akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan UMKM tidak cukup berhenti pada pelatihan dan pendampingan. Pemerintah perlu memastikan seluruh proses berjalan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas, akses pembiayaan dan bahan baku, hingga mempertemukan produk UMKM dengan konsumen.

“Inilah hakikat pemberdayaan. Tidak berhenti di pelatihan, tetapi berjenjang mulai dari pendampingan, pembiayaan, sampai akses pasar. Kita harus memastikan produk masyarakat benar-benar bertemu dengan pembelinya,” ujar Menko Muhaimin, 19 September 2026.

Ia mengatakan, 1001 Pasar Rakyat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen sekaligus memperluas kesempatan pemasaran produk lokal. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan berbagai pihak diperlukan agar semakin banyak ruang yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk memasarkan produknya.

“Tugas pemerintah adalah terus memfasilitasi. Semua pihak yang memiliki sarana dan fasilitas harus memberikan ruang seluas-luasnya bagi UMKM untuk bertemu konsumen, mengeksplorasi pasar, dan memasarkan produknya,” kata Menko Muhaimin.

Menko Muhaimin menilai pelaku UMKM telah menunjukkan daya tahan dan kemandirian yang kuat di tengah berbagai tantangan. Karena itu, pemerintah perlu hadir dengan membuka akses dan mengurangi hambatan yang membuat usaha masyarakat sulit berkembang.

“Saya kagum dan bangga melihat semangat para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Kontribusi Anda semua sangat besar. Pemerintah akan terus berupaya memberikan kemudahan agar usaha yang sudah dibangun dengan sungguh-sungguh ini bisa tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Menko Muhaimin mengatakan, pemerintah akan mendorong kolaborasi untuk membuka akses pembiayaan yang lebih mudah sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) juga didorong membantu membuka titik-titik pemasaran bagi produk sepatu dari sentra tersebut.

“Kita ingin mengolaborasikan pihak-pihak yang bisa mempermudah pembiayaan dan permodalan, sekaligus mempercepat pemasaran. Ini contoh bagaimana pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kadin, dan berbagai pihak bisa bekerja bersama agar potensi ekonomi lokal bisa tumbuh,” katanya.

Ia menegaskan, akses pasar harus terus diperluas, baik melalui pasar rakyat dan ruang-ruang publik maupun melalui platform digital. Menurutnya, semakin luas kanal pemasaran yang tersedia, semakin besar pula kesempatan produk UMKM untuk berkembang dan menjangkau konsumen.

Karena itu, Menko Muhaimin mengajak pemerintah daerah, pelaku industri, swasta, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang saling mendukung. Kolaborasi tersebut diperlukan agar UMKM tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan usaha.

“Kita tidak boleh berhenti. Kita harus terus bergerak agar masyarakat semakin berdaya. Dari pelatihan, pendampingan, pembiayaan, bahan baku, sampai pasar, semuanya harus tersambung dalam satu ekosistem,” tegasnya.

1001 Pasar Rakyat telah dimulai di berbagai daerah, termasuk Aceh, dan akan terus dikembangkan ke seluruh Indonesia. Ia berharap gerakan tersebut dapat semakin memperbanyak ruang bagi UMKM untuk bertemu konsumen dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi, saya yakin kita bisa melahirkan pelaku ekonomi yang tangguh, produktif, kompetitif, dan berdaya saing. Teruslah kreatif dan inovatif. Jangan pernah lelah untuk tumbuh dan maju,” pungkas Menko Muhaimin.

x|close