Ntvnews.id, Oman - Perwakilan kelompok Houthi yang memiliki hubungan dengan Iran dilaporkan bertemu dengan sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) di Oman pada akhir pekan lalu. Pertemuan tersebut berlangsung ketika konflik antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi kembali memanas.
Dilansir dari Reuters, Jumat, 18 September 2026, Pertemuan yang digelar secara tertutup itu berlangsung di Kedutaan Besar AS di Muscat, ibu kota Oman. Informasi tersebut diungkapkan oleh lima sumber yang mengetahui persoalan tersebut kepada Reuters.
Tiga sumber yang mengetahui langsung pertemuan tersebut mengatakan perundingan antara perwakilan Houthi dan pejabat AS berlangsung pada akhir pekan lalu. Namun, pertemuan itu tidak diumumkan kepada publik.
Dua sumber lainnya menyebut pemerintah Oman ikut memfasilitasi pertemuan tersebut. Oman selama ini dikenal memiliki peran sebagai mediator dalam berbagai persoalan dan konflik di kawasan Timur Tengah.
Pertemuan tersebut berlangsung meski pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebelumnya menetapkan Houthi sebagai "organisasi teroris asing" pada Maret 2025. Penetapan tersebut membuat dukungan terhadap kelompok tersebut dikategorikan sebagai tindakan kriminal berdasarkan kebijakan AS.
Baca Juga: Trump Pertimbangkan Buka Dokumen Baru 9/11, Dugaan Keterlibatan Saudi Disorot
Meski demikian, Washington kemudian membuka jalur komunikasi dengan Houthi. Kedua pihak bahkan mencapai kesepakatan gencatan senjata terkait konflik Yaman pada Mei 2025.
Sebelumnya, militer AS menjalankan operasi selama sekitar dua bulan dengan sasaran kelompok Houthi di Laut Merah. Operasi tersebut dilakukan untuk menghentikan serangkaian serangan Houthi terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur perairan strategis tersebut.
Operasi militer AS kemudian dihentikan setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata dengan Houthi.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan Houthi telah menghubungi pemerintahannya melalui sambungan telepon. Dalam komunikasi tersebut, kelompok Houthi disebut meminta Washington tidak ikut campur dalam konflik yang kembali terjadi di Yaman.
Dua hari kemudian, Wakil Presiden AS JD Vance juga mengakui bahwa Washington melakukan komunikasi secara langsung dengan Houthi. Namun, Vance tidak mengungkapkan secara detail isi pembicaraan antara kedua pihak.
Isi Pertemuan Houthi dan AS
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)
Menurut sumber-sumber Reuters, dalam pertemuan di Oman tersebut, pihak Houthi menyampaikan kepada pejabat AS bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menyerang kapal-kapal Amerika.
Houthi juga disebut menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai bersama AS pada 2025.
Salah satu sumber yang berasal dari kalangan otoritas Yaman mengatakan Houthi turut menyampaikan bahwa mereka tidak akan menyerang kapal-kapal Israel ataupun kapal komersial milik negara lain. Namun, pengecualian diberikan terhadap kapal-kapal yang berasal dari Saudi.
Dua sumber menyebut delegasi AS dalam pertemuan tersebut berasal dari personel Kedutaan Besar AS di Muscat.
Sementara itu, Houthi mengirim seorang pejabat senior yang berbasis di Muscat, Mohammad Abdulsalam. Pejabat tersebut diketahui masuk dalam daftar sanksi AS. Sumber lainnya menyebut pejabat senior Houthi Abdelmalik al-Ajiri juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Pertempuran di Yaman kembali meningkat sejak Juli lalu. Houthi terlibat bentrokan sengit dengan pasukan pemerintah Yaman yang mendapatkan dukungan dari Arab Saudi.
Konflik tersebut kemudian turut berdampak langsung terhadap Saudi. Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Saudi di Laut Merah.
Dalam beberapa waktu terakhir, pasukan Houthi juga melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Saudi. Kelompok tersebut mengklaim telah menjalankan operasi besar menggunakan rudal dan drone yang diarahkan ke Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.
Houthi bahkan mengancam memperluas serangan hingga menjangkau wilayah yang lebih jauh di dalam teritori Saudi.
Pada pekan ini, Saudi menuduh Houthi sengaja mengarahkan serangan drone ke kota suci Mekkah. Tuduhan tersebut kemudian dibantah secara tegas oleh pihak Houthi.
Arsip - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square, Sanaa (Antara)