Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat (AS) kembali menolak memberikan visa masuk kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas menjelang pelaksanaan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, pekan depan. Penolakan tersebut menjadi kali kedua secara berturut-turut AS tidak memberikan visa kepada pemimpin Palestina itu.
Dilansir dari AFP, Jumat, 18 September 2026, pemerintah AS tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik penolakan visa terhadap Abbas. Namun, Kementerian Luar Negeri AS menuding Otoritas Palestina dan sejumlah organisasi terkait "gagal melakukan reformasi".
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan akan memperpanjang sanksi visa yang membatasi masuknya anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) serta pejabat Otoritas Palestina (PA). Kebijakan tersebut diumumkan hanya beberapa hari sebelum Sidang Umum PBB dimulai.
Menurut pemerintah AS, para pejabat Palestina "Mengabaikan negosiasi dengan mencari pengakuan sepihak" terhadap negara Palestina.
Baca Juga: Presiden Mahmoud Abbas: Palestina Tidak Dijual
Selain itu, Kementerian Luar Negeri AS menuduh PLO dan PA memberikan tunjangan kepada pihak yang disebut sebagai teroris serta melakukan tindakan yang dinilai menggaungkan terorisme.
"Sebagai konsekuensi dari kegagalan mereka untuk melakukan reformasi Amerika Serikat akan memperpanjang sanksi yang menolak pemberian visa kepada anggota PLO dan pejabat PA," kata Kementerian Luar Negeri AS, dikutip dari Anadolu Agency.
Kebijakan tersebut bukan pertama kali diberlakukan. Pada tahun sebelumnya, AS juga menolak memberikan visa kepada pejabat PLO dan PA menjelang Sidang Umum PBB.
Akibat kebijakan itu, Mahmoud Abbas tidak menghadiri sidang secara langsung. Presiden Palestina tersebut kemudian menyampaikan pidatonya melalui konferensi daring.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam sesi debat Sidang Majelis Umum ke-78 PBB di New York, Kamis (21/9/2023). (ANTARA)