Eks PM Israel Sebut Pembakaran Rumah Warga Arab sebagai "Terorisme Yahudi"

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 08:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Israel/ist Bendera Israel/ist

Ntvnews.id, Tel Aviv - Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengecam aksi pembakaran rumah warga Palestina maupun warga Arab Israel yang tidak bersalah. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk "terorisme Yahudi".

Menurut Bennett, aksi pembakaran terhadap rumah warga Arab tidak dapat dibenarkan dan harus mendapat kecaman, terlebih jika dilakukan dengan dalih kepentingan nasionalis. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam konferensi Besheva pada Minggu, 6 September 2026.

"Jika seseorang datang untuk membakar rumah orang-orang Arab yang tidak bersalah beserta orang-orang di dalamnya, maka tentu saja itu adalah terorisme Yahudi," kata Bennett seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu, 9 September 2026.

"Jika hal itu dilakukan karena alasan nasionalis, itulah definisinya," lanjutnya.

Bennett juga mempertanyakan apakah tindakan kekerasan terhadap warga Arab dapat memberikan keuntungan bagi gerakan pemukiman Israel. Ia menegaskan bahwa aksi semacam itu justru seharusnya ditolak dan dikecam.

"Saya tidak mengerti bagaimana ini bermanfaat bagi gerakan pemukiman," ujarnya, seperti dilaporkan Middle East Monitor.

Baca Juga: Israel Ancam Balas Inggris jika Jatuhkan Sanksi Ekonomi

Pernyataan tersebut disampaikan Bennett menjelang pemilihan umum Israel yang akan digelar pada 27 Oktober mendatang.

Pemilu itu diperkirakan akan menjadi ajang persaingan antara Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan sejumlah tokoh yang berupaya menjadi penantangnya.

Selain Bennett, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gadi Eisenkot juga disebut sebagai salah satu pesaing Netanyahu dalam pemilu tersebut.

Pernyataan Bennett muncul di tengah meningkatnya aksi kekerasan dan serangan yang dilakukan oleh militer Israel serta pasukan pendudukan di wilayah Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa hari terakhir.

Sikap Bennett tersebut sekaligus menempatkan isu kekerasan terhadap warga Arab dan Palestina sebagai salah satu persoalan yang mendapat sorotan menjelang pemilihan umum Israel.

x|close