Malaysia Sampaikan Simpati atas Bencana di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 18:05
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim berbincang dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melalui sambungan telepon Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim berbincang dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melalui sambungan telepon (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan solidaritas kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi berbagai bencana, termasuk erupsi gunung berapi dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saya menyampaikan solidaritas kepada saudara-saudara kita di Indonesia menyusul bencana gunung berapi dan tantangan kabut asap yang sedang dihadapi,” ujar Anwar dalam unggahan media sosial resminya yang dipantau dari Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Anwar menyampaikan simpati tersebut ketika berbincang melalui sambungan telepon dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Percakapan berlangsung saat Jokowi berada di Penang, Malaysia, pada Sabtu, 5 September 2026 hingga Minggu, 6 September 2026, untuk menghadiri Penang Peace Dialogue 2026.

Meski demikian, Anwar dan Jokowi tidak sempat bertemu secara langsung. Anwar telah memiliki agenda lain untuk menghadiri Pameran Pertanian, Hortikultur, dan Agrowisata Malaysia (MAHA) 2026.

Dalam pernyataannya, Anwar menekankan kedekatan hubungan antara Malaysia dan Indonesia. Menurut dia, kedua negara tidak hanya memiliki hubungan sebagai negara tetangga, tetapi juga terikat oleh sejarah, budaya, dan persaudaraan.

Baca Juga: Kolaborasi Musisi Malaysia dan Indonesia, Mila Jirin Gandeng Ilham Baso

Ia pun berharap hubungan baik serta rasa saling menghormati antara Malaysia dan Indonesia tetap terjaga.

“Insyaallah, ikatan ini akan terus terjaga demi kesejahteraan rakyat kedua negara serta perdamaian dan kemakmuran kawasan,” ucapnya.

Sementara itu, kondisi karhutla di Indonesia masih menjadi perhatian. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan Dwi Januanto Nugroho sebelumnya menyebut luas area karhutla di Indonesia pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 107.465,47 hektare.

Polri juga mencatat 169 laporan kasus karhutla sepanjang 1 Januari hingga 4 September 2026. Dari penyidikan yang dilakukan, polisi telah menetapkan 113 orang sebagai tersangka.

Selain persoalan karhutla yang memicu kabut asap, sejumlah wilayah Indonesia juga terdampak hujan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi beberapa gunung berapi dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Pimpin Rapat Soal Bencana Alam, Prabowo: Ini Adalah Takdir Kita

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sejumlah gunung yang mengalami aktivitas tersebut, yakni Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

(Sumber: Antara)

x|close