BPS Soroti Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Ayam Ras di Awal September

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 17:55
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Calon pembeli memilih daging ayam yang dijual di Pasar Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur yang harganya naik sehingga memicu inflasi. Ilustrasi - Calon pembeli memilih daging ayam yang dijual di Pasar Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur yang harganya naik sehingga memicu inflasi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit dan daging ayam ras di sejumlah kabupaten/kota pada pekan pertama September 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan kedua komoditas tersebut perlu mendapat perhatian karena selain mengalami kenaikan IPH, harga rata-rata nasionalnya juga telah berada di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

"Sudah ada 251 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH cabai rawit dan harga cabai rawitnya sudah di atas HAP," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Untuk daging ayam ras, sebanyak 220 kabupaten/kota tercatat mengalami kenaikan IPH. Harga rata-rata nasional komoditas tersebut juga telah melampaui HAP.

Amalia menjelaskan, perubahan IPH bukan satu-satunya indikator yang harus menjadi perhatian pemerintah. Level harga juga perlu diperhatikan karena berkaitan langsung dengan beban yang harus ditanggung masyarakat sebagai konsumen.

Baca Juga: DPR Minta BPS Segera Beresin Kekacauan Desil, Kasih Waktu 2 Minggu

"Perubahan IPH kadang terlihat rendah, tapi lebih harganya sudah tinggi. Karena yang dibayar oleh konsumen adalah harga, level harga," katanya.

Sementara itu, harga rata-rata nasional cabai merah dan telur ayam ras masih berada dalam rentang HAP. Bahkan, terdapat komoditas yang harganya masih berada di bawah HAP.

BPS juga mencatat harga bawang putih dan gula pasir telah berada di atas HAP. Daging sapi turut menjadi komoditas yang perlu diperhatikan meskipun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH untuk komoditas tersebut relatif sedikit.

Di tingkat daerah, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami kenaikan IPH yang terutama dipengaruhi oleh cabai merah, daging ayam ras, dan ikan kembung.

Baca Juga: BPS Bongkar Data, Sektor Ini Jadi yang Paling Ngegas di Ekonomi Kreatif

Sementara itu, kenaikan IPH di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dipengaruhi oleh daging sapi, cabai rawit, dan beras. Adapun di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, kenaikan IPH tercatat mencapai 14,97 persen.

(SumbeR: Antara)

x|close