Anwar Ibrahim Minta Prabowo Bantu Selesaikan Kasus Investasi Felda di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Agu 2026, 10:31
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menghadiri festival budaya Citrawarna 2026 di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu, 25 Juli 2026. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menghadiri festival budaya Citrawarna 2026 di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu, 25 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk meminta bantuan terkait persoalan investasi lembaga asal Malaysia di sebuah perusahaan Indonesia.

Investasi tersebut dilakukan Lembaga Pembangunan Tanah Federal atau Federal Land Development Authority (Felda) Malaysia di perusahaan minyak sawit mentah (CPO) Indonesia, PT Eagle High Plantations Tbk. Penanaman modal itu dilakukan pada masa kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

"Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto, meminta beliau untuk juga melihat juga masalah ini," kata Anwar dalam pernyataan yang dikutip di Kuala Lumpur, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Anwar tidak memaparkan secara rinci persoalan tersebut. Namun, ia menyampaikan bahwa Felda berpotensi mengalami kerugian hingga 2,5 miliar ringgit atau setara Rp11 triliun berdasarkan kurs saat ini apabila masalah yang berkaitan dengan keputusan manajemen sebelumnya itu tidak segera ditangani.

Baca JugaAnwar Ibrahim Pastikan Investasi KWAP di eFishery Sudah Melalui Kajian

Berdasarkan laporan, Felda yang merupakan lembaga pemerintah Malaysia di bidang pemukiman bagi warga miskin hingga kini belum berhasil mendapatkan kembali dana investasinya. Dana tersebut masih menjadi persoalan di pengadilan Indonesia yang melibatkan perusahaan EHP.

Baca JugaAnwar Ibrahim Soroti Skandal eFishery Usai Rugikan Dana Pensiun PNS

Felda disebut hanya akan memperoleh pengembalian dana sebesar 200 juta ringgit atau sekitar Rp876 miliar dari total investasi yang telah ditanamkan.

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close