591 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup Imbas Karhutla Kalimantan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 09:44
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Menhut Raja Juli Antoni berjumpa dengan Rudiansyah yang mengenakan kostum superman saat berpartisipasi dalam penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026). Menhut Raja Juli Antoni berjumpa dengan Rudiansyah yang mengenakan kostum superman saat berpartisipasi dalam penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 591 sekolah di Sarawak, Malaysia, ditutup sementara selama dua hari, mulai Kamis (20/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026). Kebijakan ini diambil di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang berlangsung berkepanjangan di sejumlah wilayah negara bagian tersebut.

Departemen Pendidikan Sarawak (JPNS) mencatat, penutupan tersebut mencakup 509 sekolah dasar dengan total 107.590 siswa dan 82 sekolah menengah yang diikuti 89.733 siswa. Sekolah-sekolah itu tersebar di bawah 10 Pejabat Pendidikan Daerah (PPD).

Wilayah yang terdampak meliputi Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong.

Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca panas dan kering yang berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas pendidikan, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran hutan, lahan gambut, dan area terbuka.

Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) terus memantau sejumlah faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut, termasuk cuaca, kualitas udara, titik panas, risiko kebakaran hutan dan lahan gambut, serta ketersediaan pasokan air.

JPBN Sarawak memperingatkan bahwa cuaca panas dan kering dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kebakaran di berbagai kawasan.

Baca Juga: Mungkinkah Omoda O4, Mobil AI Terbaru, Dibanderol di Kisaran Rp400 Jutaan?

"Karena itu, JPBN akan terus memperkuat pemantauan, kesiapsiagaan, serta langkah pencegahan dan mitigasi, terutama di wilayah berisiko tinggi," kata JPBN dalam pernyataannya, yang dikutip dari laman Bernama, Kamis, 20 Agustus 2026.

Selain ancaman kebakaran, kondisi kering juga berpotensi memberikan tekanan terhadap sumber daya air di sejumlah wilayah Sarawak. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi lingkungan.

Kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak juga menjadi perhatian. Hingga pukul 14.00 waktu setempat pada Kamis, terdapat 18 lokasi yang berada dalam pemantauan. Sejumlah wilayah tercatat memiliki indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat.

Beberapa wilayah yang mencatat angka tersebut antara lain Kuching dengan API 191, Samarahan 175, Serian 195, Sri Aman 178, Sarikei 154, Sibu 108, Lundu 180, Tebedu 169, dan Lubok Antu 191.

Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian di tengah cuaca panas dan kering yang turut meningkatkan risiko kebakaran di Sarawak maupun kawasan sekitarnya.

Letak Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan, Indonesia, juga membuat wilayah tersebut berpotensi terdampak asap kebakaran hutan dan lahan dari Indonesia. Asap dapat terbawa angin menuju wilayah Malaysia dan memperburuk kualitas udara, terutama ketika kondisi cuaca kering mendukung pergerakannya.

Penutupan 591 sekolah menjadi salah satu langkah pencegahan untuk melindungi siswa dan tenaga pendidikan dari paparan kondisi udara yang tidak sehat serta cuaca ekstrem.

JPBN Sarawak menyatakan pemantauan, kesiapsiagaan, dan upaya mitigasi akan terus diperkuat, terutama di wilayah yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap kebakaran dan penurunan kualitas udara.

TERKINI

591 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup Imbas Karhutla Kalimantan

Luar Negeri Jumat, 21 Agu 2026 | 09:44 WIB

BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan di NTT

Nasional Jumat, 21 Agu 2026 | 09:27 WIB

Kesetaraan Guru PAUD Dibahas DPR di Revisi UU Sisdiknas

Nasional Jumat, 21 Agu 2026 | 09:05 WIB

Kernet Terlindas Bus Sendiri di Pandeglang

Metro Jumat, 21 Agu 2026 | 08:59 WIB

VIDEO: Kebakaran Hantam Rumah Mewah di Joglo

Metro Jumat, 21 Agu 2026 | 07:15 WIB

China Tolak Tekanan Ekonomi Trump ke Iran

Luar Negeri Jumat, 21 Agu 2026 | 06:45 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close