Daftar Titik Karhutla di Kalimantan, Asap Tebal Ganggu Sekolah hingga Penerbangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 15:03
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Menhut Raja Juli Antoni berjumpa dengan Rudiansyah yang mengenakan kostum superman saat berpartisipasi dalam penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026). Menhut Raja Juli Antoni berjumpa dengan Rudiansyah yang mengenakan kostum superman saat berpartisipasi dalam penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan. Titik-titik kebakaran tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur.

Dampaknya pun mulai dirasakan masyarakat. Asap pekat mengganggu aktivitas warga, menurunkan kualitas udara, mengurangi jarak pandang di jalan, mengubah jam kegiatan belajar mengajar, hingga menyebabkan sejumlah penerbangan terdampak.

Berikut sejumlah titik karhutla di Kalimantan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

1. Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Karhutla menjadi salah satu persoalan paling serius di Kota Palangka Raya. Berdasarkan data yang tercatat pada Rabu (19/8/2026), sebanyak 281 titik panas terdeteksi di wilayah kota tersebut.

Titik panas itu tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Jekan Raya, Sabangau, Bukit Batu, hingga Rakumpit. Secara keseluruhan, pada periode yang sama terdapat 1.795 titik panas di wilayah Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut turut memicu kabut asap tebal di Palangka Raya. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) bahkan mencapai 487 dan masuk kategori berbahaya. Pekatnya asap juga membuat jarak pandang di sejumlah wilayah dilaporkan hanya sekitar 1,4 kilometer.

Pemerintah Kota Palangka Raya kemudian melakukan penyesuaian kegiatan pendidikan bagi seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta.

"Kondisi kabut asap yang semakin pekat memaksa kita untuk mengambil langkah taktis dan adaptif. Kesehatan siswa, guru, dan seluruh tenaga pendidikan menjadi prioritas utama, namun pembelajaran tetap harus berjalan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Purbaya Ungkap Pembatasan Pertalite bagi Orang Kaya Hemat Anggaran 10 Persen

"Salah satu perubahan paling terasa diterapkan pada jam masuk sekolah. Untuk jenjang SD dan SMP, waktu masuk ditunda menjadi pukul 08.00 WIB," imbuhnya.

2. Pulang Pisau, Kalimantan Tengah

Ancaman karhutla juga menjadi perhatian di Kabupaten Pulang Pisau. Pemerintah daerah berupaya memperkuat langkah pencegahan dengan mendorong pembangunan sumber air permanen di kawasan yang rawan mengalami kebakaran.

Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa'i, meminta dukungan pemerintah pusat untuk membangun sumur bor permanen, khususnya di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.

Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Tumbang Nusa pada Rabu (19/8/2026). Kunjungan itu juga dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng, Pangdam, serta sejumlah pihak terkait.

"Kemarin saya secara pribadi memohon kepada Pak Menhut agar ke depannya dibantu terkait sumur bor-sumur bor untuk pencegahan. Saya berharap sumur bor itu permanen, supaya jangan sampai nanti ada api muncul lagi," kata Ahmad Rifa'i, Kamis (20/8/2026).

Menurut Ahmad Rifa'i, keberadaan sumber air menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Sumur bor permanen diharapkan dapat mempercepat penyediaan air bagi masyarakat maupun tim penanggulangan ketika kebakaran terjadi.

3. Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat

Arsip - Polisi dan warga OKU memadamkan karhutla di kawasan Perum Bungur Raya Residen, Kelurahan Sukajadi dengan alat seadanya. <b>(Antara)</b> Arsip - Polisi dan warga OKU memadamkan karhutla di kawasan Perum Bungur Raya Residen, Kelurahan Sukajadi dengan alat seadanya. (Antara)

Kabut asap akibat karhutla juga kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Rabu (19/8/2026) pagi.

Asap yang semakin pekat mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Salah satu kawasan yang cukup terdampak berada di sekitar Bundaran Pangkalan Lima, tempat kepulan asap terlihat menyelimuti ruas jalan.

Kondisi tersebut membuat pengendara harus mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena kendaraan di depan tidak selalu terlihat jelas dari jarak aman.

Warga Pangkalan Bun, Evan Kurniawan, mengaku harus lebih berhati-hati saat melintas di tengah kepungan asap. Ia menilai situasi tersebut berisiko, terutama jika pengendara lain tetap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

"Kita hati-hati, takutnya yang di depan kita buru-buru dan nggak melihat. Jarak pandangnya terganggu," kata Evan, Rabu pagi.

4. Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Kabut asap juga semakin parah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah menyesuaikan jam masuk sekolah bagi sejumlah satuan pendidikan.

Mulai Kamis (20/8/2026), pelajar di Banjarbaru yang terdampak kabut asap dapat memulai kegiatan pembelajaran pada pukul 09.00 Wita. Sementara sekolah di wilayah dengan kondisi asap yang lebih parah diminta melakukan penyesuaian secara situasional.

"Satuan pendidikan bisa memulai pelaksanaan pembelajaran pada pukul 09.00 Wita bagi sekolah terdampak," ujar Kepala Disdik Banjarbaru, Abdul Basid, Kamis (20/8/2026).

Kebijakan tersebut berlaku bagi satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Banjarbaru, mulai dari PAUD-TK, SD, hingga SMP. Sementara tenaga pengajar tetap menjalankan tugas sesuai jam kerja yang telah ditetapkan.

"Bagi tenaga pendidik dan pendidik untuk bisa melaksanakan tugas sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan," katanya.

Baca Juga: Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran untuk Isolasi Iran

5. Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Di Banjarmasin, kondisi kemarau dan karhutla yang melanda sejumlah kawasan di Kalimantan Selatan mendorong Polresta Banjarmasin menggelar salat Istisqa pada Rabu (19/8/2026).

Jemaah memanjatkan doa agar hujan segera turun dan membantu mengatasi kebakaran serta kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah.

"Secara lahir dan batin kami memohon pertolongan Allah agar diturunkan hujan yang penuh manfaat dan keberkahan," ujar Kapolresta Banjarmasin, Kombes Riza Muttaqin, Rabu (19/8/2026).

Menurut Riza, salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar menghadapi musim kemarau dan karhutla. Di sisi lain, pihaknya juga tetap melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan, termasuk edukasi kepada masyarakat serta distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

"Selain ikhtiar langit, kami juga terus melakukan upaya di lapangan seperti edukasi karhutla dan termasuk membantu distribusi air bersih ke wilayah terdampak," kata Riza.

6. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah

Karhutla juga masih terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sejumlah titik kebakaran bahkan tidak mudah dijangkau petugas, sehingga warga setempat ikut turun sebagai relawan untuk membantu upaya pemadaman.

Salah satunya dilakukan oleh Rizky Mubarrak, relawan Masjid Jami asal Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Rizky turut membantu memadamkan api yang terjadi di Kecamatan Baamang, sekitar kawasan Semekto.

Namun, upaya pemadaman tersebut berujung pada kondisi kesehatan Rizky yang menurun. Ia mengalami sesak napas dan kelelahan setelah berjibaku dengan api hingga akhirnya harus dilarikan ke IGD RSUD dr Murjani Sampit.

"Diduga terpapar asap tebal dan kelelahan setelah berjam-jam berada di lokasi kebakaran, kondisi Rizky kemudian menurun. Ia mendapat penanganan medis di rumah sakit," kata Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Lansia 80 Tahun Tewas Terserempet KRL di Tebet

7. Paring Kuning, Kotawaringin Barat

Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Paring Kuning, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Rabu (19/8/2026) siang.

Api membakar vegetasi di kawasan tersebut. Kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan yang cukup sering dilalui kendaraan.

Warga sekitar, Siti Fatimah, mengaku awalnya tidak melihat tanda-tanda kebakaran. Namun, dalam waktu singkat, api muncul dan mulai membakar lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Barat, Samuel, membenarkan pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran tersebut dan langsung menyiapkan petugas untuk melakukan penanganan.

"Kami dan petugas secepatnya akan meluncur ke lokasi," kata Samuel, Rabu (19/8/2026).

8. Sepan, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

Karhutla juga terjadi di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran seluas 10,65 hektare setelah berjibaku sejak Rabu (19/8/2026) siang hingga Kamis pagi.

Material yang terbakar berupa lahan mineral dengan semak belukar, pepohonan, serta tumpukan kayu.

"Material yang terbakar merupakan jenis mineral dengan semak belukar, pepohonan, dan tumpukan kayu," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Nurlaila di Penajam, dilansir Antara, Kamis (20/8/2026).

Titik panas di kawasan tersebut sebelumnya terdeteksi sekitar pukul 10.00 Wita. Petugas kemudian melakukan pengecekan di lokasi berdasarkan titik koordinat yang diterima.

Saat dilakukan pengecekan, ditemukan beberapa titik api yang mulai meluas. Petugas kemudian menghubungi Damkar Sotek dan berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk melakukan penanganan.

"Setelah dilakukan pengecekan ternyata ada beberapa titik api yang mulai meluas, sehingga kemudian petugas menghubungi Damkar Sotek dan menuju lokasi kebakaran, sambil berkoordinasi dengan berbagai unsur," katanya.

HIGHLIGHT

x|close