Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjadikan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi El Nino 2026 sebagai dasar untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peringatan tersebut mendorong Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meningkatkan berbagai upaya, mulai dari pencegahan hingga penanganan karhutla di lapangan.
“BMKG sudah lebih awal menginfokan bahwa kondisi El Nino diprediksi akan datang lebih cepat. Oleh karena itu, berbagai upaya telah kami lakukan, mulai dari langkah-langkah mitigasi dan pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, hingga penanganan teknis dan pemadaman karhutla di lapangan,” kata Raja Antoni dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Raja Antoni menjelaskan, hasil pemantauan BMKG menunjukkan El Nino berada pada kategori sangat kuat. Indeks Nino 3.4 tercatat mencapai +2,19 yang berpotensi menurunkan curah hujan di Indonesia.
Baca Juga: Hadapi El Nino, Menhut Perketat Koordinasi Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Selain El Nino, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) juga menjadi perhatian. Fenomena tersebut diperkirakan memasuki fase positif pada September-November 2026 dan berpotensi menyebabkan curah hujan berkurang di sejumlah daerah.
BMKG juga memberikan dukungan berupa data potensi semai awal yang dapat digunakan untuk menganalisis pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Terima kasih kepada BMKG yang sejak awal sudah memberikan informasi dan peringatan mengenai kondisi iklim ini. Bagi kami, informasi tersebut sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mengambil langkah antisipasi lebih dini,” ujar Raja Antoni.
Kemenhut telah menjalankan sejumlah langkah antisipasi sejak Februari. Upaya tersebut mencakup rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, apel kesiapsiagaan di provinsi yang rawan karhutla, serta peningkatan kapasitas Manggala Agni.
Baca Juga: Kemenhut Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Belum Memungkinkan untuk Atasi Karhutla Bromo
Selain itu, Kemenhut mengaktifkan posko siaga darurat karhutla di lima provinsi untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi kebakaran.
Raja Antoni juga memastikan koordinasi dengan BMKG terus dilakukan, termasuk dalam pelaksanaan OMC sebagai salah satu langkah pencegahan karhutla.
Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Deteksi dini kondisi cuaca, patroli terpadu, serta respons cepat terhadap kebakaran terus diintegrasikan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
“Karhutla merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Karena itu, sinergi dengan BMKG dan kementerian/lembaga lainnya terus kami perkuat, agar informasi dini dapat segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan,” kata dia.
(Sumber: Antara)
Arsip - Polisi dan warga OKU memadamkan karhutla di kawasan Perum Bungur Raya Residen, Kelurahan Sukajadi dengan alat seadanya. (Antara)