Menhut Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Paling Efektif Padamkan Karhutla Kalteng

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 20:15
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menhut Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan lainnya memantau penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). Menhut Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan lainnya memantau penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merupakan skema paling efektif untuk menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya. Penegasan ini disampaikan Raja Juli di sela-sela peninjauan langsung ke lokasi kebakaran bersama tim gabungan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

"Jadi yang ideal itu sebenarnya operasi modifikasi cuaca (OMC), kalau seandainya ada awan semai," kata Menhut di sela peninjauan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya memantau upaya penanganan oleh tim gabungan, Rabu.

Kementerian Kehutanan bergerak cepat menjalin koordinasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) demi mengeksekusi strategi pemadaman berbasis presipitasi buatan tersebut.

"Bila ada awan semai, sedikit pun ya, kira-kira secara teknis bisa disemai, kita akan lakukan OMC," jelasnya.
 

Langkah OMC menjadi krusial mengingat armada pemadam di lapangan terus berpacu dengan defisit sumber air yang terik. Sebagai langkah penguat, pemerintah juga mengerahkan pemadaman jalur udara secara masif lewat helikopter waterbombing.

Di jalur darat, deretan personel gabungan yang terdiri atas Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, hingga kelompok relawan masyarakat terus berjibaku memadamkan titik api. Menyikapi persoalan sulitnya pasokan air, Menhut merespons positif usulan penambahan infrastruktur sumur bor.

"Salah satu kendalanya sumber air, tadi sudah ada masukan untuk memperbanyak sumur bor dan sumber air lain," katanya.

Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 18 Agustus 2026, akumulasi insiden karhutla sejak awal tahun telah menembus 1.464 kejadian dengan total area hangus mencapai 3.896,43 hektare. Usai memantau kawasan Petuk Katimpun, Menhut bersama Gubernur Kalteng langsung bertolak menuju lokasi karhutla di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.
 
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close