Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 dianugerahkan kepada para pejuang kelestarian lingkungan guna mendorong transformasi pengelolaan hutan secara nasional. Langkah ini diharapkan mampu memicu duplikasi praktik-praktik baik serta inovasi dari para pemenang ke berbagai daerah lain.
"Saya berharap Wana Lestari ini harus lebih dari sekadar penghargaan. Ambil praktik terbaik dari para pemenang, kita pelajari secara bersama dan kita terapkan atau replikasi untuk proses transformasi hutan dan lestari di manapun di seluruh Indonesia," kata Raja Juli di Jakarta, Kamis (13/8).
Menhut menggarisbawahi pentingnya perluasan praktik pelestarian hutan adat ke seluruh pelosok tanah air demi menunjang kesejahteraan masyarakat lokal.
"Kalau ada yang berhasil di satu tempat dengan konteks tertentu, saya kira bisa kita transformasikan ke tempat-tempat lain. Inovasi untuk tiga hal, pertama tentu adalah kesejahteraan masyarakat, kemudian kemampuan kita untuk konservasi biodiversitas dengan baik, dan kemudian ketiga, memiliki konsekuensi untuk penurunan emisi karbon," ujar dia.
Baca juga: Menhut Raja Juli Sebut Pejuang Karhutla Sebagai Pahlawan Hutan
Ia menilai para peraih penghargaan memegang peran penting sebagai pilar pembelajaran bagi daerah lain. Pengalaman para pemenang dapat menjadi rujukan berharga dalam upaya konservasi yang disesuaikan dengan konteks budaya serta bentang alam di wilayah masing-masing.
Penyelenggaraan Anugerah Wana Lestari 2026 sendiri memberikan apresiasi kepada 63 sosok teladan yang terbagi dalam 20 kategori lintas Eselon I di lingkup Kementerian Kehutanan. Di samping itu, sebanyak 10 penerima penghargaan Lomba Inovasi Rimbawan 2026 juga diumumkan, meliputi kategori Inovasi Satuan Kerja dan Inovasi Individu. Bentuk apresiasi ini dihadirkan sebagai wujud pengakuan pemerintah atas dedikasi nyata aparatur hingga masyarakat di tingkat tapak.
Di tengah momen penganugerahan tersebut, Raja Juli Antoni turut menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas lapangan yang sedang berjuang mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai penjuru Indonesia. Menhut pun tak ragu menyematkan gelar pahlawan atas kerja keras mereka.
"Masih banyak pahlawan lain, para heroes lain di luar sana, terutama sekarang yang sedang berjibaku melawan karhutla, tepuk tangan untuk mereka semua di lapangan, seraya tentu kita sisipkan doa, kita percaya bahwa kerja keras, kerja-kerja yang sistematis, teknokratis, menjadi sangat penting," ujar dia.
Melihat ancaman cuaca ekstrem yang membayangi, ia turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan para petugas serta pemulihan wilayah terdampak.
"Saya mau tetap sisipkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar karhutla yang sedang menimpa negeri ini dapat kita atasi secara kompak, bersama-sama, sehingga tidak menimbulkan banyak korban yang kena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan tentu hutan-hutan kita bisa terjaga, serta tidak terlalap oleh El Nino yang sering disebut sebagai El Nino Godzilla ini," tuturnya.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (empat dari kiri) memberikan penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 kepada para pahlawan hutan atau forest heroes di Jakarta pada Kamis (13/8/2026). (Antara)