Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memberikan apresiasi kepada para petugas di lapangan yang masih berjuang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah Indonesia. Ia menyebut para pejuang tersebut sebagai pahlawan.
Apresiasi itu disampaikan Raja Juli saat menghadiri penyerahan penghargaan Wana Lestari 2026 kepada para pahlawan hutan di Gedung Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para petugas yang masih berjibaku memadamkan kebakaran.
"Masih banyak pahlawan-pahlawan lain, para heroes lain di luar sana, terutama sekarang yang sedang berjibaku melawan karhutla, tepuk tangan untuk mereka semua di lapangan, seraya tentu kita sisipkan doa, kita percaya bahwa kerja keras, kerja-kerja yang sistematis, teknokratis, menjadi sangat penting," ujar Menhut.
Raja Juli turut mengajak masyarakat berdoa agar penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah dapat segera diselesaikan dan tidak menimbulkan banyak korban.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Dukungan Penuh Penanganan Karhutla di Sejumlah Daerah
"Saya mau tetap sisipkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar karhutla yang sedang menimpa negeri ini dapat kita atasi secara kompak, bersama-sama, sehingga tidak menimbulkan banyak korban yang kena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan tentu hutan-hutan kita bisa terjaga, serta tidak terlalap oleh El Nino yang sering disebut sebagai El Nino Godzilla ini," ucap Menhut Raja Juli.
Karhutla saat ini terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, serta beberapa daerah di Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Kementerian Kehutanan juga mengoptimalkan potensi pertumbuhan awan untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla. Upaya tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan informasi dari BMKG menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi dan waktu pelaksanaan OMC.
Baca Juga: El Nino Kuat Bikin Kering, BMKG Waspadai Karhutla hingga September
"Untuk pelaksanaan OMC, kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu yang paling optimal. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian karena terdapat peningkatan titik panas dan sebaran asap," katanya.
Berdasarkan laporan BMKG per 12 Agustus 2026, potensi pertumbuhan awan berada pada kategori sedang hingga tinggi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 13-16 Agustus 2026.
Jumlah titik panas di Kalimantan Barat tercatat meningkat dari 98 menjadi 136 titik dibandingkan hari sebelumnya. Di Kalimantan Tengah, titik panas naik dari 29 menjadi 78 titik. Sementara di Kalimantan Selatan meningkat dari 10 menjadi 31 titik.
Peningkatan titik panas tersebut menjadi perhatian karena asap akibat karhutla juga terpantau menyebar di sejumlah wilayah Kalimantan.
(Sumber: Antara)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam acara penyerahan penghargaan Wana Lestari 2026 kepada pahlawan hutan di Gedung Kemenhut, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2026. (Antara)