Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta proses penerimaan calon anggota TNI dan Polri lebih mengedepankan kemampuan intelektual dibandingkan aspek fisik. Salah satu bentuknya, calon prajurit TNI maupun anggota Polri diperbolehkan menggunakan kacamata.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
"Sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual, jadi kalau misalnya masuk tentara polisi pakai kacamata juga boleh, tetapi dia pintar," kata Menko Polkam Dudung Abdurachman seusai mengikuti taklimat Presiden Prabowo.
Baca Juga: Tegas! Pramono Minta Guru Pelaku Pelecehan di SMKN 27 Jakarta Diproses Hukum
Dudung menjelaskan arahan tersebut berkaitan dengan perubahan tantangan keamanan global yang harus diantisipasi sejak proses rekrutmen. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat bentuk peperangan tidak lagi semata mengandalkan kemampuan fisik, termasuk penggunaan teknologi seperti drone.
"Tantangan ke depan ini kan, perang itu kan, perang hybrid, perang pakai drone, dan sebagainya sehingga itu yang menjadi concern dari Bapak Presiden," katanya.
Prabowo juga menekankan pentingnya profesionalisme di kalangan prajurit TNI dan anggota Polri. Profesionalisme tersebut, kata Dudung, perlu terus ditingkatkan melalui pendidikan dan latihan, baik sebelum maupun ketika menjalankan tugas.
"Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan bagaimana profesionalisme prajurit harus meningkatkan baik pendidikan maupun latihan. Jadi itu yang menjadi sentral menurut saya," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas dukungan terhadap berbagai program pemerintah. Dukungan tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari ketahanan pangan dan energi hingga pemeliharaan keamanan.
"Beliau ucapkan terima kasih atas sumbangsih TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan ketahanan energi termasuk menjaga situasi keamanan saat ini beliau mengapresiasi," katanya.
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman (NTVnews)