Presiden Afsel Cyril Ramaphosa Jatuh Sakit Usai Hadiri KTT BRICS di India

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Sep 2026, 09:28
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Afrika Selatan secara resmi memulai kepemimpinan sebagai presiden G20 pada Minggu (1/12/2024), dengan Presiden Cyril Ramaphosa menyebut momen ini sebagai hari bersejarah bagi negaranya. Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang memimpin kelom Afrika Selatan secara resmi memulai kepemimpinan sebagai presiden G20 pada Minggu (1/12/2024), dengan Presiden Cyril Ramaphosa menyebut momen ini sebagai hari bersejarah bagi negaranya. Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang memimpin kelom (Antara)

Ntvnews.id, New Delhi - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dikabarkan mengalami gangguan kesehatan setelah kembali dari India usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS. Kondisi tersebut membuat Ramaphosa untuk sementara waktu tidak menjalankan sejumlah agenda publik.

Dilansir dari AFP, Jumat, 18 September 2026, Kantor Kepresidenan Afrika Selatan, menyampaikan bahwa Ramaphosa memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan publik atas rekomendasi tim medis yang merawatnya.

Ramaphosa tiba kembali di Afrika Selatan pada Senin, 14 September 2026 waktu setempat. Ia sebelumnya menghadiri KTT BRICS yang berlangsung di New Delhi, India. Setelah kembali ke negaranya, tim dokter menyarankan pria berusia 73 tahun itu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi kesehatannya.

Para pemimpin negara anggota BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan telah menyelesaikan pertemuan tingkat tinggi selama dua hari di New Delhi pada Minggu, 13 September 2026 waktu setempat. Forum tersebut membahas sejumlah isu, termasuk pertumbuhan ekonomi global yang inklusif serta perkembangan situasi di Timur Tengah.

Ketidakhadiran Ramaphosa dalam sejumlah agenda kenegaraan berlangsung bersamaan dengan Wakil Presiden Afrika Selatan Paul Mashatile yang juga masih menjalani masa pemulihan setelah menjalani prosedur medis ringan.

Baca Juga: Ramaphosa Tegaskan Afrika Selatan Tak Akan Diintimidasi Meski AS Boikot KTT G20

Situasi tersebut membuat dua pejabat tertinggi Afrika Selatan itu sama-sama belum dapat menjalankan sejumlah tugas publik untuk sementara waktu.

Kantor Kepresidenan Afrika Selatan menyatakan Ramaphosa telah meminta para menteri di kabinetnya untuk menggantikan dirinya dalam menghadiri kegiatan publik yang sudah masuk dalam agenda, apabila memungkinkan. Namun, pihak kepresidenan tidak menjelaskan secara rinci berapa lama Ramaphosa akan beristirahat dari kegiatan publik.

"Jika memungkinkan, Presiden telah meminta para menteri terkait untuk mewakili dirinya dalam agenda kegiatan yang telah dijadwalkan," demikian pernyataan kantor kepresidenan Afsel.

Sementara itu, South African Broadcasting Corporation melaporkan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Ronald Lamola akan memimpin delegasi negaranya dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun ini. Lamola disebut menggantikan Ramaphosa yang tidak dapat menghadiri agenda tersebut.

Absennya Ramaphosa dan Mashatile secara bersamaan terjadi ketika Afrika Selatan mulai memasuki periode politik yang semakin padat menjelang pelaksanaan pemilu daerah yang dijadwalkan berlangsung pada 4 November mendatang.

x|close