India dan China Sepakat Cari Solusi Sengketa Perbatasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 08:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
India India (Istimewa)

Ntvnews.id, New Delhi - Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping menyepakati kerja sama untuk mencari penyelesaian atas sengketa perbatasan yang selama ini menjadi sumber ketegangan kedua negara. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi.

Pertemuan Modi dan Xi berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026. Kunjungan Xi menjadi lawatan pertamanya ke India dalam tujuh tahun terakhir sekaligus menandai perkembangan penting dalam upaya memperbaiki hubungan kedua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir.

"Meskipun kedua negara kita memiliki banyak perbedaan dalam berbagai aspek, kita sangat mampu untuk saling melengkapi keunggulan, saling mendukung, meraih keberhasilan bersama, dan maju berdampingan," ujar Xi dalam rekaman video yang dirilis saat pertemuannya dengan Modi, dilansir dari Al Jazeera, Senin, 14 September 2026.

Setelah pertemuan, Kementerian Luar Negeri India menyatakan kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen untuk menyelesaikan persoalan perbatasan melalui kesepakatan yang adil, masuk akal, dan dapat diterima kedua pihak.

Modi juga menekankan pentingnya bagi India dan China untuk menjalankan berbagai kesepakatan serta pemahaman yang telah dicapai sebelumnya mengenai persoalan perbatasan. Kedua negara juga berkomitmen meningkatkan kerja sama dalam bidang kebudayaan, perdagangan, dan transportasi.

"Mengenai hubungan ekonomi dan perdagangan, mereka menggarisbawahi perlunya mengatasi kekhawatiran satu sama lain, termasuk ketidakseimbangan perdagangan struktural, kendala rantai pasok, serta fasilitasi akses pasar yang bermakna dan terprediksi," tulis pernyataan resmi tersebut.

Sementara itu, kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan Xi menegaskan bahwa Beijing selama ini memandang hubungan dengan India dari sudut pandang strategis dan berorientasi jangka panjang.

Xi menyebut komunikasi antarlembaga kedua negara secara bertahap mulai kembali berjalan. Menurut dia, bidang kerja sama antara India dan China juga semakin luas, sementara nilai perdagangan bilateral telah mencatat rekor tertinggi baru.

Baca Juga: AS Kenakan Tarif 13,9 Persen untuk Udang RI, Lebih Rendah dari Vietnam dan India

Xi tiba di New Delhi pada Sabtu pagi bersama sejumlah pejabat tinggi China, termasuk Menteri Luar Negeri Wang Yi dan pejabat senior Partai Komunis China Cai Qi. Kedatangannya terjadi enam tahun setelah bentrokan militer mematikan di wilayah perbatasan yang disengketakan.

Sejak insiden tersebut, hubungan India dan China perlahan membaik. Kedua negara mulai memulihkan penerbangan langsung, kembali menerbitkan visa, serta mengaktifkan kontak antara pejabat tingkat tinggi.

Meski hubungan mulai mencair, persoalan teritorial di kawasan Tibet masih belum menemukan penyelesaian. India dan China juga tetap menempatkan ribuan personel militer di sepanjang wilayah perbatasan dataran tinggi yang membentang sekitar 3.500 kilometer atau 2.175 mil.

"Mereka mengincar pencapaian yang cepat dan signifikan dalam hal isu perbatasan," ujar Pradeep Taneja, pakar hubungan China-India dari University of Melbourne kepada kantor berita AFP.

"Anda tidak bisa terus menambah penumpukan pasukan di perbatasan... tetapi di saat yang sama mengatakan 'kita harus tetap menjaga hubungan antarmasyarakat dan ekonomi'," tambahnya.

Selain persoalan perbatasan Himalaya, hubungan kedua negara juga masih dibayangi defisit perdagangan yang semakin besar bagi India serta persaingan strategis di kawasan. Faktor-faktor tersebut dinilai masih dapat menghambat upaya mempererat hubungan kedua negara.

Kedatangan Xi di New Delhi juga diwarnai aksi demonstrasi. Puluhan warga Tibet yang tinggal di pengasingan menggelar unjuk rasa di ibu kota India pada Jumat, 11 September 2026, sehari sebelum kedatangan Xi, sambil membawa poster yang menentang kunjungan pemimpin China tersebut.

TERKINI

India dan China Sepakat Cari Solusi Sengketa Perbatasan

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 08:20 WIB

Barcak Obama Peringatkan AI Bisa Sangat Berbahaya

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 08:15 WIB

KM Virgo Tenggelam, DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan

Nasional Senin, 14 Sep 2026 | 08:09 WIB

Kapal Dagang Iran Diserang di Selat Hormuz

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 08:03 WIB

AS Catat Musim Panas Terpanas dalam Sejarah

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 08:00 WIB
Load More
x|close