Ntvnews.id, Taheran - Media pemerintah Iran melaporkan sebuah kapal dagang berbendera Iran mengalami serangan di Selat Hormuz. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, sementara Iran menuding kelompok teroris sebagai pelaku serangan.
Dilansir dari CNN International, Senin, 14 Agustus 2026,, serangan terjadi pada Sabtu, 12 September 2026 di tengah meningkatnya aksi kelompok pemberontak yang didukung Iran di Yaman. Situasi tersebut berlangsung bersamaan dengan upaya kelompok tersebut menguasai jalur perairan penting lainnya di kawasan, yang berpotensi semakin memengaruhi harga minyak dunia.
Serangan di Selat Hormuz terjadi pada pagi hari waktu setempat di sekitar Pulau Qeshm. Menurut penyiar pemerintah Iran IRIB, empat orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Peristiwa itu terjadi sehari sebelum Teheran dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara-negara kawasan di Oman. Pertemuan tersebut akan membahas pengaturan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan strategis.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip gubernur Qeshm yang menuding "musuh teroris" sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Baca Juga: Iran Peringatkan Korea Selatan soal Kehadiran Militernya di Selat Hormuz
Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan terkait laporan serangan itu. CNN telah menghubungi Komando Pusat AS untuk meminta tanggapan mengenai insiden tersebut.
Sebelumnya, pasukan AS diketahui pernah menyerang kapal-kapal berbendera Iran. Washington juga masih mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran dan menghadapi ancaman baru berupa rudal balistik Iran yang diluncurkan ke arah kapal perang AS.
Pulau Qeshm memiliki posisi strategis bagi Iran dalam mengawasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Pulau tersebut terletak sekitar 14 mil dari kota pelabuhan Bandar Abbas.
Sebelum perang, sekitar 20 juta barel minyak setiap hari melintasi Selat Hormuz. Namun, aktivitas pelayaran di jalur tersebut kini masih berada sekitar 90 persen di bawah level sebelum konflik.
Dalam insiden terpisah, sebuah kapal lain juga dilaporkan terkena proyektil yang belum diketahui jenisnya di Selat Hormuz pada Sabtu malam. Informasi tersebut disampaikan oleh Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO).
Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di wilayah utara Oman (Antara)