AS Catat Musim Panas Terpanas dalam Sejarah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi suhu panas (pixabay/ geralt) Ilustrasi suhu panas (pixabay/ geralt) (Pixabay )

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat (AS) kini menghadapi musim panas dengan suhu tertinggi yang pernah tercatat. Kondisi tersebut ditandai dengan gelombang panas ekstrem dan kekeringan yang melanda berbagai wilayah sepanjang Juni hingga Agustus 2026.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mencatat suhu rata-rata wilayah daratan AS mencapai 23,6 derajat Celsius. Angka tersebut 1,7 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata suhu pada abad ke-20.

Musim panas 2026 sekaligus memecahkan rekor yang sebelumnya tercatat pada 1936 dan 2021. Suhu rata-rata tahun ini tercatat 0,2 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan kedua rekor tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 14 September 2026., selama 132 tahun pencatatan NOAA, belum pernah ada musim panas dengan suhu setinggi yang terjadi tahun ini. Agustus bahkan menjadi bulan terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu rata-rata mencapai 24,2 derajat Celsius.

NOAA menyebut kejadian cuaca panas ekstrem semakin sering berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Empat dari lima musim panas dengan suhu tertinggi di AS terjadi dalam lima tahun terakhir, yang menjadi bagian dari tren pemanasan global akibat pembakaran bahan bakar fosil.

Baca Juga: Gelombang Panas Kembali Terjang Prancis

Selain suhu tinggi, sejumlah wilayah AS juga dilanda kekeringan. Hingga 1 September, sekitar 59% wilayah negara tersebut berada dalam kondisi kekeringan. Angka itu meningkat lebih dari 10 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.

Kekeringan paling parah terjadi di kawasan Great Plains, Midwest, dan Selatan. Texas dan Oklahoma, misalnya, hanya memperoleh curah hujan kurang dari 30% dari kondisi normal selama Agustus.

Sebaliknya, Indiana dan Ohio justru mengalami Agustus paling basah sepanjang sejarah. Curah hujan di kedua wilayah tersebut mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan kondisi biasanya.

Kondisi panas diperkirakan belum akan segera berakhir. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan fenomena El Nino yang saat ini menguat berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah dan dapat berlangsung hingga awal 2027.

"Jika tren ini berlanjut, fenomena ini mungkin lebih kuat dibandingkan apa pun sejak pemantauan kami dimulai. Jadi, secara harfiah, fenomena ini berada di luar grafik yang telah kami gunakan selama empat dekade terakhir," jelas Kepala WMO, Celeste Saulo.

El Nino merupakan fenomena iklim alami yang dapat mendorong kenaikan suhu global. Namun, dampaknya kini berlangsung ketika suhu bumi telah meningkat akibat emisi dari pembakaran bahan bakar fosil.

WMO memperingatkan kondisi tersebut berpotensi memperparah cuaca ekstrem, termasuk panas, kekeringan, dan banjir. Sementara itu, NOAA memperkirakan sebagian besar wilayah AS akan mengalami suhu di atas normal sepanjang September, dengan ancaman kekeringan dan kebakaran hutan yang masih tinggi di sejumlah daerah.

x|close