Trump Akan Tanyakan Alasan Negara-negara Batasi Perdagangan Permukiman Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan berbicara dengan Israel dan sejumlah negara yang menerapkan pembatasan perdagangan terhadap produk dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Trump ingin mengetahui alasan di balik kebijakan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Rabu, 9 September 2026 lalu ketika ditanya mengenai keputusan 12 negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Kanada, yang mengumumkan pembatasan perdagangan terhadap barang yang berasal dari permukiman Israel.

"Saya baru saja melihatnya, dan saya akan berbicara dengan Israel, saya akan berbicara dengan mereka, dan saya akan mencari tahu apa pemikiran mereka," kata Trump, dikutip dari Anadolu, Jumat, 11 September 2026.

Trump mengaku mengetahui situasi yang melatarbelakangi kebijakan tersebut, tetapi tetap ingin mendapatkan penjelasan langsung mengenai alasan negara-negara tersebut mengambil langkah tersebut.

"Saya mengerti persis apa yang sedang terjadi, tetapi saya ingin tahu mengapa, tiba-tiba, hal itu terjadi," ujar Trump.

Baca Juga: Trump Senang Parati Sayap Kanan Menang di Jerman

Sehari sebelumnya, Inggris, Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Islandia, Irlandia, Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol, dan Swedia mengumumkan rencana membatasi perdagangan barang yang berasal dari permukiman Israel di Tepi Barat.

Trump belum menyatakan apakah pemerintahannya menolak kebijakan tersebut. Ia mengatakan baru mengetahui perkembangan itu dan akan terlebih dahulu berkomunikasi dengan Israel maupun negara-negara yang menerapkan pembatasan.

Berdasarkan data Palestina, sekitar 750.000 pemukim Israel saat ini tinggal di 156 permukiman serta 360 pos permukiman yang tersebar di Tepi Barat, termasuk wilayah Yerusalem Timur.

Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga dilaporkan telah menyetujui pembangunan 104 permukiman baru dan mendirikan 160 pos permukiman pertanian di Tepi Barat sejak kembali berkuasa pada akhir 2022.

x|close