AS Larang Impor Sejumlah Produk Kanada, Perang Dagang Makin Memanas!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Kanada Ilustrasi - Bendera Kanada (Antara)

Ntvnews.id, Ottawa - Amerika Serikat (AS) akan memberlakukan larangan impor terhadap sebagian besar minuman beralkohol, sejumlah produk susu, serta sepeda motor dari Kanada mulai 29 September 2026. Kebijakan tersebut memperbesar ketegangan perdagangan antara Washington dan Ottawa setelah Kanada menerapkan tarif balasan terhadap produk AS dengan nilai sekitar US$20 miliar atau sekitar Rp350 triliun.

Dilansir dari AFP, Kamis, 10 September 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan pembatasan tersebut pada Selasa, 8 September 2025. hanya beberapa jam setelah tarif balasan Kanada mulai diberlakukan. Selain melarang sejumlah produk masuk ke AS, Washington juga memperluas jenis barang asal Kanada yang dikenai tarif sebesar 50 persen.

Pemerintah AS juga berupaya membatasi kesempatan perusahaan Kanada untuk mendapatkan kontrak pengadaan pemerintah AS. Langkah tersebut semakin memperburuk hubungan kedua negara yang selama beberapa dekade dikenal memiliki keterkaitan erat di bidang ekonomi maupun keamanan.

Perselisihan dagang ini turut menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), yang selama ini menjadi dasar perdagangan bebas di kawasan Amerika Utara.

Larangan Impor dan Tarif Baru

Berdasarkan dokumen Gedung Putih, larangan impor akan mulai diterapkan pada 29 September. Produk yang masuk daftar antara lain berbagai jenis minuman beralkohol, seperti bir, anggur, wiski, rum, vodka, dan brendi.

Sejumlah produk susu, termasuk protein whey, juga akan terdampak. Selain itu, beberapa jenis sepeda motor dan moped turut dimasukkan dalam daftar barang yang dilarang.

Baca Juga: Kanada Kasih Tarif Balasan Rp352,2 Triliun untuk Produk AS

Sementara itu, produk Kanada lainnya akan dikenai tarif 50 persen mulai 15 September 2026. AFP melaporkan barang yang terkena kebijakan tersebut antara lain kasur, perahu motor, dan mobil golf. Reuters juga menyebut produk keju, kertas, aluminium, kayu, furnitur, hingga perlengkapan penerangan termasuk dalam perluasan tarif.

Washington menyatakan kebijakan tersebut merupakan respons atas apa yang disebut sebagai perlakuan perdagangan diskriminatif oleh Kanada. Sebelumnya, AS telah memberlakukan tarif 50 persen terhadap produk Kanada senilai sekitar US$20 miliar atau Rp350 triliun pada Agustus, setelah negosiasi kedua negara tidak menghasilkan kesepakatan.

Trump turut memerintahkan General Services Administration (GSA), lembaga yang menangani pengadaan pemerintah federal, untuk mengeluarkan produk Kanada dari skema kontrak jangka panjang pemerintah. Pengecualian hanya diberikan apabila Ottawa mengembalikan apa yang disebut Trump sebagai hubungan perdagangan yang adil dan timbal balik.

Balasan Kanada

Kanada mulai menerapkan tarif balasan terhadap produk AS pada Selasa (8/9). Menurut Associated Press (AP), kebijakan tersebut menyasar ratusan barang AS dengan nilai sekitar US$20 miliar atau sekitar Rp350 triliun. Besaran tarif yang diterapkan berkisar 15 persen, 25 persen, hingga 50 persen.

Sejumlah produk yang terdampak meliputi baja, aluminium, keju, peralatan rumah tangga, pakaian, kosmetik, serta perlengkapan pertanian.

Pemerintah Ottawa menyatakan kebijakan tersebut merupakan langkah setara dengan tindakan yang sebelumnya diberlakukan Washington. Kanada menilai tarif balasan diperlukan demi melindungi pekerja, dunia usaha, dan masyarakatnya.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan negaranya harus mulai mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap AS. Menurutnya, Kanada tidak cukup hanya bertahan menghadapi gelombang tarif terbaru dari Washington.

"Kita memiliki semua yang dibutuhkan untuk beralih arah dan berkembang," kata Carney dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube.

"Perubahan arah itu akan membutuhkan biaya. Setiap tindakan selalu ada biayanya. Namun, biaya tersebut tidak sebanding dengan kerugian jika kita hanya berdiam diri," ujarnya.

Carney menegaskan Kanada tidak bermaksud memperbesar konflik dengan AS. Namun, menurutnya, penerapan tarif balasan diperlukan untuk mempertahankan kepentingan nasional sekaligus memastikan Kanada memiliki kebebasan menentukan kebijakan dan arah hubungan ekonominya sendiri.

Menteri Kanada yang menangani hubungan perdagangan dengan AS, Dominic LeBlanc, menilai kebijakan terbaru Washington tidak memiliki dasar yang dapat dibenarkan. Ottawa kini mempelajari langkah tersebut dan masih berkomunikasi dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer untuk mencari solusi.

Seorang pejabat AS juga menyebut peluang dialog lanjutan masih terbuka. Kendati demikian, belum terdapat indikasi bahwa perundingan resmi kedua negara akan segera dilanjutkan.

Ancam Industri dan Perdagangan Amerika Utara

Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat (Antara)

Konflik perdagangan ini berpotensi memberikan dampak luas mengingat perekonomian AS dan Kanada sangat terintegrasi. Sekitar 70 persen ekspor Kanada dikirim ke pasar AS, sementara sejumlah industri di kedua negara bergantung pada rantai pasok lintas perbatasan.

Sektor otomotif menjadi salah satu bidang yang paling rentan terdampak. Trump sebelumnya mengancam menaikkan tarif mobil, truk, serta komponen otomotif asal Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari.

Jika kebijakan tersebut diterapkan, industri manufaktur Kanada berpotensi mengalami tekanan besar. Harga kendaraan di Amerika Utara juga dapat meningkat karena komponen maupun kendaraan jadi beberapa kali melintasi perbatasan selama proses produksi.

Carney memperingatkan tekanan dari Washington dapat membuat sejumlah industri Kanada perlahan mengecil hingga akhirnya tidak lagi bertahan di negara tersebut.

Namun, AS juga memiliki ketergantungan terhadap Kanada. AP mencatat kilang minyak AS membutuhkan sekitar empat juta barel minyak Kanada setiap hari. Selain itu, sektor pertanian AS sangat bergantung pada pasokan pupuk potas dari Kanada.

Meski demikian, Ottawa sejauh ini belum menjadikan pembatasan ekspor komoditas penting tersebut sebagai instrumen tekanan terhadap Washington.

Masa depan USMCA juga menjadi perhatian. Perjanjian tersebut menggantikan NAFTA dan selama ini memungkinkan sebagian besar perdagangan AS-Kanada berlangsung tanpa tarif. Data pemerintah yang dikutip Reuters menunjukkan sekitar 80 persen ekspor Kanada ke AS tahun ini sebelumnya mendapatkan fasilitas bebas tarif melalui pengecualian berdasarkan USMCA.

Michael Harvey, Direktur Eksekutif Canadian Agri-Food Trade Alliance sekaligus anggota komite penasihat Carney untuk hubungan ekonomi bilateral, mengkhawatirkan kedua negara terjebak dalam pola saling membalas.

"Yang kami khawatirkan adalah spiral eskalasi," katanya kepada Reuters. Namun, ia memahami pemerintah Kanada perlu membangun posisi tawar dalam menghadapi Washington.

Tekanan Trump Justru Perkuat Dukungan untuk Carney

Perselisihan antara AS dan Kanada tidak hanya berkaitan dengan kebijakan tarif. Trump beberapa kali melontarkan pernyataan yang mempertanyakan kedaulatan Kanada, termasuk menyebut Kanada seharusnya menjadi negara bagian ke-51 AS dan menyebut Carney sebagai "gubernur".

Pada Agustus, Trump juga menandatangani perintah untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi "Lake America". Kebijakan tersebut memicu kemarahan di Kanada dan turut memperkuat sentimen nasionalisme di tengah ketegangan dengan Washington.

Menurut AP, masyarakat Kanada mulai mengurangi perjalanan ke AS serta melakukan aksi boikot terhadap sejumlah produk Amerika. Delapan dari 10 provinsi Kanada juga masih memberlakukan pembatasan atau larangan penjualan minuman beralkohol dari AS.

Asosiasi industri minuman beralkohol AS menyebut ekspor produk spirits ke Kanada turun lebih dari 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya setelah pembatasan diberlakukan.

Tekanan dari Washington justru meningkatkan dukungan publik terhadap Carney. Survei Angus Reid yang dirilis pada Selasa menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerjanya meningkat 11 poin menjadi 62 persen dibandingkan survei pada Agustus.

Sementara itu, survei Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 20 persen warga AS yang mendukung penerapan tarif Trump terhadap barang-barang Kanada.

Sejarawan Kanada Robert Bothwell menilai Carney dan Kanada kini menjadi simbol perlawanan terhadap tekanan yang datang dari Trump. Menurutnya, keinginan Washington menjadikan Kanada sebagai contoh bagi negara lain justru dapat mendorong negara tersebut semakin mengurangi ketergantungannya terhadap AS.

Carney sebelumnya juga menyerukan agar negara-negara kecil mencari strategi untuk mengurangi kerentanan terhadap tekanan ekonomi dari negara-negara besar. Kanada kini mulai mempererat hubungan dengan Uni Eropa, sementara Carney dijadwalkan menyampaikan pidato di Parlemen Eropa pada pekan depan.

Peluang Perundingan Masih Terbuka

Meski hubungan kedua negara semakin tegang, jalur diplomasi masih belum sepenuhnya tertutup. Perundingan terakhir antara AS dan Kanada berakhir tanpa kesepakatan pada 21 Agustus setelah kedua pihak menggelar pertemuan selama beberapa hari di Washington.

Menurut AFP, Carney saat itu mengatakan pemerintah AS mengajukan tuntutan baru pada tahap akhir perundingan. Tuntutan tersebut antara lain terkait pembatasan perjanjian perdagangan Kanada dengan negara lain serta persoalan yang dinilai dapat mengancam bahasa Prancis dan budaya Quebec. Ottawa menolak tuntutan tersebut.

Trump juga sempat mengancam menghambat penjualan pesawat Bombardier di AS apabila perusahaan asal Kanada itu tidak memindahkan produksinya ke Amerika. Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari anggota Senat AS asal Kansas yang mengkhawatirkan masa depan lebih dari 1.200 pekerja Bombardier di negara bagian tersebut.

Untuk mengurangi dampak perang dagang, pemerintah Kanada telah menyiapkan paket bantuan senilai 7,5 miliar dolar Kanada atau sekitar US$5,4 miliar, setara sekitar Rp94,5 triliun. Bantuan tersebut ditujukan kepada pekerja dan perusahaan yang terdampak.

Kanada memasuki babak terbaru konflik perdagangan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat. Namun, para analis mengingatkan bahwa tekanan berkepanjangan dapat menghambat investasi dan pertumbuhan, khususnya di sektor manufaktur.

Carney kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan dukungan masyarakat sekaligus menekan dampak ekonomi dari konflik dengan AS, negara yang memiliki ukuran perekonomian sekitar 13 kali lebih besar dibandingkan Kanada.

x|close