Ntvnews.id, Jakarta -Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, berencana memangkas gaji para menteri sebagai bagian dari skema penghematan guna menekan defisit anggaran negara. Laporan tersebut disampaikan oleh stasiun televisi BFMTV pada Rabu, 9 September 2026.
Lecornu dijadwalkan mengajukan rancangan undang-undang anggaran 2027 kepada parlemen pada akhir September mendatang. Selain menteri, opsi pemotongan gaji sebesar 10 persen bagi para senator dan anggota dewan majelis rendah (Assemblée Nationale) juga berpeluang dipertimbangkan.
Meski langkah ini diproyeksikan tidak secara signifikan langsung memangkas angka defisit, pemerintah ingin memberikan gestur dan simbol komitmen nyata dalam melakukan penghematan anggaran.
Sebagai catatan, pemotongan gaji pejabat tinggi negara terakhir kali terjadi pada 2012 di bawah kepemimpinan Presiden Francois Hollande. Kala itu, gaji menteri dipangkas hingga 30 persen, dari 14.200 euro (sekitar Rp290 juta) menjadi 9.900 euro (sekitar Rp200 juta) per bulan.
Kebijakan pengetatan ini diambil di tengah situasi keuangan negara yang kian mengkhawatirkan. Pada akhir Juni, utang publik Prancis mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah menembus angka 3,5 triliun euro untuk pertama kalinya.
Atas kondisi tersebut, Bank Sentral Prancis mengeluarkan peringatan keras bahwa negara berisiko menghadapi krisis fiskal jika pemerintah tidak mengambil langkah cepat untuk menekan defisit.
(Sumber: Antara)
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu meninggalkan perkemahan setelah menghadiri kamp musim panas (Antara)