Segera Akhiri Masa Jabatan Sekjen, Guterres Harap PBB Terus Berperan Wujudkan Perdamaian Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 23:32
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (Antara)

Ntvnews.id, Markas PBB - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berharap organisasi tersebut tetap mampu menjadi penggerak bagi terciptanya masa depan dunia yang lebih damai setelah dirinya mengakhiri masa jabatan pada akhir 2026.

Guterres akan menjalani kehadiran terakhirnya sebagai Sekretaris Jenderal dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Ia menyampaikan harapannya agar berbagai upaya yang dilakukan melalui forum tersebut dapat membawa perubahan positif bagi dunia.

"Dengan Sidang ke-81 Majelis Umum PBB sebagai kehadiran terakhir bagi saya sebagai Sekretaris Jenderal, saya memiliki harapan yang besar akan masa depan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih damai berkat usaha-usaha yang terjadi di sini," kata Guterres melalui media sosial X, dikutip Rabu, 9 September 2026.

Guterres telah memimpin PBB sejak 2017. Masa jabatan keduanya selama lima tahun akan berakhir pada 31 Desember 2026.

Baca JugaDeretan Kandidat Sekjen PBB yang Bakal Gantikan Guterres

Menurut Guterres, Majelis Umum PBB memiliki peran penting sebagai forum yang mempertemukan berbagai persoalan global dan membahas masalah-masalah besar yang berdampak luas terhadap masyarakat dunia.

Dia menyebut Majelis Umum PBB sebagai "tempat di mana masalah-masalah dunia yang paling besar dan berdampak besar dihadapkan secara langsung".

Dalam kesempatan tersebut, Guterres juga memberikan dukungan kepada Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman yang dipercaya menjadi Presiden Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.

Sidang ke-81 Majelis Umum PBB secara resmi dimulai di Markas PBB, New York, pada Selasa, 8 September 2026 waktu setempat.

Baca JugaSekjen Guterres di Peringatan 80 Tahun PBB: Prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa Sedang Diserang

Rangkaian pertemuan tingkat tinggi dalam sidang tersebut dijadwalkan berlangsung selama satu pekan. Sementara itu, sesi Debat Umum akan digelar pada 22-26 September 2026 dan dilanjutkan pada 28 September 2026.

Rusia akan mengirim Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov sebagai perwakilan untuk menyampaikan pernyataan di hadapan Majelis Umum PBB pada 26 September 2026.

Selain agenda pembahasan berbagai persoalan internasional, sidang kali ini juga menjadi bagian penting dalam proses pemilihan Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.

Proses pemilihan Sekjen PBB yang baru telah dimulai sejak sesi sebelumnya. Tahapan tersebut kemudian diteruskan di bawah kewenangan Presiden Sidang Majelis Umum PBB yang baru.

Dewan Keamanan PBB nantinya akan menyampaikan calon Sekjen yang telah dipilih. Setelah itu, Majelis Umum PBB berkewajiban menetapkan calon tersebut sebagai Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.

Sidang kali ini berlangsung ketika PBB masih menghadapi persoalan keuangan. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterlambatan sejumlah negara anggota dalam membayarkan kewajiban biaya keanggotaan mereka.

(Sumber: Antara)

x|close