Sidang Majelis Umum PBB ke-81 Jadikan Kepercayaan Multilateral Fokus Utama

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 12:32
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Sidang Majelis Umum PBB. Ilustrasi - Sidang Majelis Umum PBB. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa resmi dibuka pada Selasa (8/9). Menteri Luar Negeri Bangladesh, Khalilur Rahman, memimpin jalannya sidang sebagai Presiden Majelis Umum PBB periode kali ini.

Dalam pidato pembukaannya, Rahman menyerukan urgensi untuk memulihkan kepercayaan terhadap sistem multilateralisme. Ia menegaskan bahwa ketahanan PBB selama delapan dekade menjadi bukti dari tujuan utama pembentukannya.

"Selama lebih dari delapan dekade, organisasi kita telah membantu dunia terhindar dari terjerumus ke dalam Perang Dunia Ketiga, yang bisa dibilang merupakan alasan utama keberadaannya," ujar Rahman.

Rahman menambahkan bahwa para profesional di tubuh PBB terus bekerja mendedikasikan diri setiap hari, termasuk menyalurkan bantuan pangan bagi jutaan pengungsi dan populasi yang terisolasi di berbagai penjuru dunia. Selain itu, PBB turut mengawal perdamaian, menanggulangi penyakit kronis, hingga membantu negara anggota menghadapi krisis lintas batas.
 

Kendati demikian, Rahman secara terbuka mengakui bahwa PBB beberapa kali gagal memenuhi ekspektasi publik dunia. Ia menyoroti konflik yang belum usai, pencapaian pembangunan yang rapuh, hingga perburukan krisis iklim.

"Konflik terus menimbulkan penderitaan luar biasa bagi manusia, pencapaian pembangunan masih lemah dan rapuh, serta dampak iklim kian menghebat," tutur Rahman.

Ia memperingatkan bahwa tumpukan krisis global tersebut kian mengikis keyakinan publik terhadap efektivitas tindakan kolektif.

"Kesenjangan kepercayaan yang kian melebar sedang menguji keyakinan terhadap lembaga internasional dan tindakan kolektif; sebuah kesenjangan yang harus kita atasi dengan bekerja sama melalui dialog, kerja sama yang diperbarui, dan pencapaian hasil nyata," jelasnya.

Oleh karena itu, Rahman menggarisbawahi pentingnya memperkuat peran PBB ketimbang sekadar mempertahankan keberadaannya. Mengusung tema "Memulihkan Kepercayaan, Mengelola Transformasi: PBB yang Memberikan Hasil Nyata bagi Semua", ia berkomitmen penuh untuk mengembalikan fungsi lembaga tersebut selama masa kepemimpinannya.
 

"Janji saya untuk sidang ke-81 ini, Rekan dan Sahabat sekalian, adalah bekerja tanpa lelah untuk memulihkan kepercayaan terhadap lembaga ini, yang pada akhirnya menjadi penentu keberhasilan tindakan kolektif kita," tegasnya.

Dukungan penuh atas kepemimpinan Rahman disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Dalam pidatonya, Guterres menegaskan bahwa pemulihan kepercayaan pada sistem global merupakan tantangan terbesar dunia saat ini.

Guterres memaparkan deretan ancaman global yang menekan institusi dunia termasuk Dewan Keamanan dan sistem keuangan internasional seperti benturan konflik, risiko eskalasi nuklir, kemiskinan, gangguan iklim, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang belum teregulasi.

Guterres pun memungkas pidatonya dengan ajakan untuk memperkuat konsensus global.

"Melalui diplomasi, dialog, dan kolaborasi, Majelis ini dapat memulihkan kepercayaan dan itikad baik yang kini hilang dari peta geopolitik kita, serta memastikan masyarakat dunia mewarisi masa depan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih damai," pungkas Guterres.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close