Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa meminta seluruh partai yang berada dalam koalisi pemerintahan tetap menjaga kekompakan setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politiknya.
Saan menilai kebersamaan antarpihak dalam koalisi diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang tengah dihadapi Indonesia, baik yang berasal dari dalam negeri maupun perkembangan situasi global.
"Sebagai sebuah sikap politik partai, kita menghormati dan menghargai, tapi tentu kita juga berharap dalam situasi seperti hari ini, di mana tantangan kita sebagai sebuah bangsa, baik nasional maupun internasional, itu membutuhkan yang namanya kebersamaan," kata Saan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Saan, kondisi politik yang stabil menjadi salah satu faktor penting agar pemerintah dapat menghadapi berbagai persoalan secara efektif. Oleh sebab itu, ia berharap semua partai politik yang menjadi bagian dari koalisi pemerintahan memiliki komitmen yang sejalan dalam mengawal program serta kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: NasDem Targetkan Masuk Tiga Besar Pemenang Pemilu 2029
Ia juga meminta para pimpinan partai politik berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memunculkan penafsiran berbeda di antara anggota koalisi.
"Semua pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi hendaknya memberikan sebuah pernyataan politik yang bisa membuat situasi atau kekompakan di internal koalisi, supaya tidak saling menafsirkan satu sama lain," ujarnya.
Saan menegaskan bahwa NasDem menginginkan koalisi pemerintahan tetap kompak dan terus menjalankan perannya dalam mengawal pemerintahan Presiden Prabowo.
Sebelumnya, AHY dalam pidatonya mengingatkan kader Partai Demokrat bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki seseorang tanpa batas. Menurutnya, kekuasaan merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki masa berlaku.
Baca Juga: NasDem Tanggapi Isu Merger dengan Gerindra, Saan: Wacana Politik yang Wajar
"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," kata AHY saat berpidato dalam acara HUT Ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.
AHY menilai prinsip tersebut perlu menjadi pegangan para kader Partai Demokrat agar kehidupan demokrasi di Indonesia tetap berjalan secara sehat.
Ia juga menjelaskan bahwa demokrasi merupakan hak seluruh warga negara yang harus dipelihara. Sistem tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan maupun menjadi pemimpin.
(Sumber: Antara)
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menjawab pertanyaan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026. (Antara)