Kemkomdigi Perkuat Konektivitas Telekomunikasi untuk Dukung Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 21:27
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Personel Basarnas bersiap menerbangkan pesawat nirawak saat pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu, 9 September 2026. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) pada hari kedua pencarian terhadap delapan penumpang kapal cepat dari rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Personel Basarnas bersiap menerbangkan pesawat nirawak saat pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu, 9 September 2026. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) pada hari kedua pencarian terhadap delapan penumpang kapal cepat dari rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberikan dukungan terhadap operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda setelah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk menjaga kualitas konektivitas di sekitar wilayah operasi pencarian. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran proses pencarian dan pertolongan.

“Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi juga memberi dukungan upaya pencarian rombongan wartawan dengan penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah sekitar Selat Sunda,” kata Meutya di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Kemkomdigi juga akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebutuhan jaringan komunikasi di lokasi pencarian. Penyesuaian dukungan tersebut dilakukan mengikuti perkembangan operasi di lapangan.

Baca JugaPencarian Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda Belum Membuahkan Hasil Hingga Rabu Sore

Meutya menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa rombongan jurnalis tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar seluruh jurnalis dan awak kapal yang masih dicari dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati dalam memperoleh informasi mengenai perkembangan pencarian. Meutya mengingatkan agar informasi yang belum terverifikasi tidak langsung dipercaya maupun disebarluaskan.

Ia juga meminta masyarakat tidak menyebarkan kabar yang masih berupa spekulasi, baik terkait kondisi korban, lokasi rombongan maupun perkembangan operasi SAR yang belum mendapatkan konfirmasi resmi.

Menurut Meutya, dukungan masyarakat terhadap keluarga korban dan tim SAR diperlukan agar proses pencarian dapat berlangsung dengan tenang. Ia menegaskan bahwa keselamatan seluruh korban serta kelancaran operasi menjadi prioritas utama. 

Baca JugaHari Kedua Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Informasi resmi mengenai perkembangan pencarian akan disampaikan melalui kanal komunikasi pemerintah sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang telah terverifikasi.

“Yang paling utama saat ini adalah mendoakan keselamatan seluruh rekan jurnalis dan awak kapal, serta mendukung upaya pencarian agar mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Meutya.

Meutya yang sebelumnya pernah berkecimpung di dunia jurnalistik turut mengingatkan para jurnalis agar memperhatikan faktor keselamatan ketika menjalankan tugas, terutama saat melakukan peliputan di wilayah rawan bencana.

Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan otoritas terkait serta mempertimbangkan kondisi di lapangan sebelum melakukan peliputan, khususnya di kawasan yang terdampak aktivitas vulkanik.

“Kami mengimbau seluruh insan pers maupun masyarakat untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas terkait, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum melakukan kegiatan di lapangan,” tambah Meutya.

Sebelumnya, Basarnas menjalankan operasi pencarian terhadap sebuah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto LKBN ANTARA, yang dilaporkan kehilangan kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kapal tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan berada di kapal tersebut untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menurut laporan Kantor SAR Banten, komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi setelah salah satu penumpang mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Kontak kemudian terputus pada pukul 15.04 WIB di koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Berdasarkan data sementara Basarnas, sedikitnya tujuh orang masuk dalam daftar pencarian (DP). Mereka antara lain pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

(Sumber: Antara)

x|close