400 Imam Besar Dunia Akan Hadiri IGIC 2026 di Masjid Istiqlal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 11:33
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Agama Nasaruddin Umar Menteri Agama Nasaruddin Umar (NTVNews.id/Kemenag)

Ntvnews.id, Jakarta - Masjid Istiqlal Jakarta bersiap jadi tuan rumah pertemuan besar para pemimpin agama Islam dunia. Sekitar 400 imam besar dari berbagai negara dijadwalkan menghadiri International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang berlangsung pada 25-28 September 2026.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, penyelenggaraan IGIC 2026 menjadi salah satu bentuk peran strategis Masjid Istiqlal dalam memperkuat jejaring keagamaan sekaligus membangun diplomasi agama Indonesia di tingkat internasional.

"Pada tanggal 25-28 September bulan ini, kita akan menyelenggarakan Konferensi Internasional yang dihadiri kurang lebih 400 Imam Besar dunia, serta mengundang Grand Sheikh Al-Azhar dan Sheikh Imam As-Sudais," kata Nasaruddin dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026.

Konferensi tersebut akan mempertemukan ratusan imam besar dari berbagai negara dalam satu forum internasional. Kehadiran tokoh-tokoh agama dunia diharapkan semakin memperkuat posisi Masjid Istiqlal sebagai salah satu pusat dialog dan jejaring Islam global.

Nasaruddin menjelaskan, peran Istiqlal dalam membangun hubungan keagamaan internasional turut diperkuat oleh posisi Imam Besar Masjid Istiqlal yang saat ini menjabat sebagai President of International Grand Imam Association, atau Ketua Asosiasi Imam-Imam Besar Sedunia.

Suasana halaman depan Masjid Istiqlal, Jakarta.  <b>(ANTARA)</b> Suasana halaman depan Masjid Istiqlal, Jakarta. (ANTARA)

Menurutnya, posisi tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar dalam membangun komunikasi dan kerja sama antarpemimpin agama dari berbagai belahan dunia.

Tak hanya melalui IGIC 2026, Masjid Istiqlal juga memiliki agenda Ambassador Gathering yang digelar secara rutin. Forum tersebut mempertemukan sekitar 40 duta besar negara sahabat untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan hubungan antarnegara dan religious diplomacy.

"Secara reguler kita mengundang sekitar 40 Duta Besar negara sahabat untuk berdiskusi mengenai diplomasi agama (religious diplomacy)," ujar Menag.

Ia menilai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Masjid Istiqlal tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai ruang pertemuan internasional dan jembatan diplomasi keagamaan Indonesia.

Sebagai Masjid Negara Republik Indonesia, Istiqlal memiliki posisi khusus dalam berbagai agenda kenegaraan. Menurut Nasaruddin, masjid yang berada di Jakarta Pusat tersebut juga kerap menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi kepala negara asing ketika melakukan kunjungan resmi ke Indonesia.

"Istiqlal adalah kebanggaan Indonesia. Setiap kali ada kunjungan kepala negara asing, tempat yang wajib dikunjungi setelah Istana Kepresidenan adalah Masjid Istiqlal," imbuhnya.

Karena itu, menurut dia, keberadaan Masjid Istiqlal memiliki makna yang lebih luas. Istiqlal menjadi simbol identitas Indonesia sekaligus ruang yang mempertemukan masyarakat Indonesia dengan komunitas internasional.

x|close