BGN Minta Guru Dampingi Siswa Saat Makan MBG Sekaligus Edukasi Gizi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 10:20
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Dua siswa SDN Jati Asih X menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran MBG tahun 2027 sebesar Rp240,2 triliun untuk menjangkau 72,4 juta peneri Dua siswa SDN Jati Asih X menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran MBG tahun 2027 sebesar Rp240,2 triliun untuk menjangkau 72,4 juta peneri (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta guru turut mengambil peran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dengan mendampingi siswa ketika makan sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan bergizi.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan kegiatan makan bersama antara guru dan siswa dapat menjadi kesempatan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Menurut Hida, guru tidak hanya menjadi bagian dari penerima manfaat program, tetapi juga memiliki posisi penting sebagai contoh bagi peserta didik dalam menerapkan pola makan yang sehat.

"Guru dapat memberikan contoh secara langsung tentang bagaimana menikmati makanan bergizi, mengenali komposisi makanan, menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan, serta membangun kebiasaan makan yang baik," ujar Hida dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan keberadaan MBG di sekolah bukan sekadar menyediakan makanan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Program tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran mengenai gizi seimbang, kebersihan, kedisiplinan, pola makan yang baik, hingga pembentukan karakter.

Baca Juga: BGN: Guru Jadi Role Model Edukasi Gizi Lewat Makan Bersama Siswa

"Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan guru di dalam kelas, melainkan juga dari apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari, oleh karena itu, guru dapat menjadi pendidik pertama dalam implementasi Program MBG di sekolah," katanya.

Selain mendampingi siswa ketika makan, guru juga dinilai dapat membantu menciptakan suasana makan yang positif sekaligus memastikan makanan yang dikonsumsi siswa tetap aman. 

Dalam proses tersebut, guru dapat mengajak siswa mengenali kandungan dalam menu yang disediakan, mulai dari sumber protein, sayuran, buah, hingga karbohidrat. Penjelasan mengenai manfaat setiap jenis makanan juga dapat diberikan agar siswa memahami kaitannya dengan pertumbuhan serta aktivitas mereka sehari-hari.

"Yang ingin kita bangun adalah kebiasaan. Anak-anak tidak hanya tahu bahwa makanan itu bergizi, tetapi memahami mengapa mereka perlu mengkonsumsi makanan tersebut dan bagaimana membiasakan pola makan yang sehat. Guru memiliki peran penting untuk membantu proses itu menjadi bagian dari keseharian siswa," tuturnya.

Hida menekankan bahwa keterlibatan guru dalam program MBG merupakan bagian dari peran mereka sebagai pendidik, bukan pekerjaan tambahan di luar fungsi utama.

Guru tetap menjalankan tanggung jawabnya dalam mendidik siswa, sementara urusan teknis dan administratif terkait penyelenggaraan MBG di sekolah dilaksanakan sesuai mekanisme yang telah ditentukan.

Baca Juga: BGN Dorong 8 Kebiasaan Baik Guru dan Siswa saat Konsumsi MBG di Sekolah

BGN berharap pendekatan tersebut membuat manfaat program MBG tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan kebutuhan gizi. Kegiatan makan bersama juga diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang membantu siswa membangun pengetahuan, sikap, serta perilaku hidup sehat sejak dini.

(Sumber: Antara)

x|close