NTVNews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong penerapan delapan kebiasaan baik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Kebiasaan tersebut diharapkan tak hanya membuat kegiatan makan bersama berlangsung tertib, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan budaya hidup sehat kepada siswa.
Program MBG dinilai memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan asupan gizi peserta didik. Melalui aktivitas makan bersama, siswa dapat sekaligus belajar mengenai kebersihan, kedisiplinan, etika makan, gizi seimbang, keamanan pangan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Mariman Darto mengatakan terdapat sejumlah kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara konsisten selama kegiatan MBG berlangsung.
"Pelaksanaan MBG di sekolah bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak. Ada kebiasaan baik yang dapat dibangun melalui proses makan bersama, mulai dari menjaga kebersihan, ketertiban, mengenal gizi dan keamanan pangan, hingga menjaga lingkungan tetap bersih setelah makan," katanya, dikutip Senin, 7 September 2026.
Mariman Darto mengatakan, setidaknya terdapat delapan kebiasaan baik yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan MBG, yaitu menyampaikan salam dan rasa syukur, mencuci tangan sebelum makan, tertib saat mengambil makanan, makan bersama, berdoa sebelum dan sesudah makan, mendapatkan edukasi mengenai gizi dan keamanan pangan, serta menjaga kerapian dan kebersihan setelah makan.
Ia menjelaskan, kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara berurutan dan konsisten dalam setiap kegiatan makan bersama sebagai upaya pembentukan kebiasaan baik bagi siswa.
"Delapan kebiasaan ini diharapkan menjadi pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Dengan begitu, kegiatan makan bersama tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan perilaku positif dan pola hidup sehat pada anak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati mengatakan bahwa penerapan kebiasaan baik tersebut membutuhkan keterlibatan guru sebagai pendamping sekaligus edukator.
Menurutnya, guru memiliki kesempatan untuk memberikan contoh secara langsung dan mengingatkan murid agar kebiasaan yang dibangun melalui pelaksanaan MBG dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Penerapan delapan kebiasan baik tersebut tentunya harus ada peran penting dari guru sebagai edukator karena dapat memberikan contoh dan membangun kebiasaan baik secara langsung kepada murid," kata Hida.
Hida menambahkan, guru juga dapat mendampingi murid selama proses makan berlangsung, termasuk memastikan murid mencuci tangan, mengonsumsi makanan dengan tertib, serta menjaga kerapian dan kebersihan setelah makan.
Sejumlah siswa menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Antara)