10 Hari Terperangkap Banjir Nepal, Dua Korban Berhasil Diselamatkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Para pekerja menggunakan ekskavator untuk membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Dhunge Bazaar, Distrik Nuwakot, Nepal, Sabtu (29/8/2026) Para pekerja menggunakan ekskavator untuk membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Dhunge Bazaar, Distrik Nuwakot, Nepal, Sabtu (29/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Kathmandu - Upaya pencarian dan penyelamatan korban banjir bandang di Nepal kembali membuahkan hasil. Tim penyelamat pada Sabtu, 5 September 2026 lalu berhasil mengevakuasi dua orang yang masih bertahan hidup setelah bencana dahsyat melanda wilayah tersebut 10 hari sebelumnya.

Dilansir dari AFP, Senin, 7 September 2026, Kedua korban yang diselamatkan berasal dari lokasi berbeda. Salah satunya merupakan warga negara China yang ditemukan di dalam sebuah terowongan, sementara korban lainnya adalah perempuan Nepal yang ditemukan di rumahnya yang tertimbun material lumpur dan puing-puing.

Militer Nepal menyebut tim gabungan yang terdiri dari personel Angkatan Darat Nepal dan sejumlah tenaga ahli asing berhasil mengevakuasi pria asal China tersebut. Korban ditemukan pada kedalaman sekitar 225 meter atau 738 kaki di dalam terowongan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1 di Distrik Rasuwa.

Korban diketahui hanya diidentifikasi dengan nama Luhaitao. Foto yang diunggah militer Nepal melalui halaman Facebook memperlihatkan Luhaitao dengan kedua lengannya merangkul bahu dua petugas penyelamat.

"Kesehatannya saat ini sedang dinilai dan operasi pencarian dan penyelamatan lainnya terus berlanjut," kata militer Nepal.

Luhaitao merupakan salah satu dari ratusan pekerja pembangkit listrik tenaga air yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah gelombang air dan lumpur menyerupai tsunami menerjang kawasan perbatasan China-Nepal.

Bencana tersebut terjadi setelah runtuhnya gletser dan bebatuan dalam jumlah besar pada 26 Agustus 2026. Material yang terbawa kemudian memicu banjir besar dan menerjang kawasan permukiman serta sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air.

Baca Juga: Korban Banjir Bandang Nepal Bertambah Menjadi 1.204 Orang

Pada lokasi lain, Pasukan Polisi Bersenjata Nepal juga berhasil menemukan Chandrika Shrestha, perempuan berusia 64 tahun, yang tertimbun di dalam rumahnya di Distrik Nuwakot.

"Tim polisi menemukannya saat mereka membersihkan area tersebut. Dia telah diterbangkan ke Kathmandu untuk perawatan," kata wakil kepala polisi Iqbal Hawari kepada AFP.

Video yang dirilis Pasukan Polisi Bersenjata Nepal menunjukkan bagian rumah Chandrika yang masih terlihat di permukaan. Sementara lantai bawah bangunan tersebut dipenuhi lumpur tebal akibat banjir bandang.

Sehari sebelumnya, Jumat, 4 September 2026, dua pekerja pembangkit listrik tenaga air Nepal juga berhasil diselamatkan dari terowongan Trishuli 3A.

Operasi pencarian korban masih terus dilakukan di sejumlah lokasi lainnya. Sedikitnya 12 proyek pembangkit listrik tenaga air dilaporkan mengalami kehancuran akibat bencana banjir tersebut.

Seorang pria mengamati puing-puing bangunan yang runtuh di sebuah kota di tepi Sungai Trishuli, Devighat, Nuwakot, Nepal, pada 31 Agustus 2026 <b>(Antara)</b> Seorang pria mengamati puing-puing bangunan yang runtuh di sebuah kota di tepi Sungai Trishuli, Devighat, Nuwakot, Nepal, pada 31 Agustus 2026 (Antara)

Dua pekerja yang berhasil dievakuasi pada Jumat dilaporkan berada dalam kondisi stabil dan menjalani perawatan di rumah sakit di Kathmandu.

Hingga kini, badan penanggulangan bencana nasional Nepal mencatat sebanyak 1.344 jenazah telah ditemukan. Sementara itu, sekitar 5.000 orang masih dilaporkan hilang.

Di wilayah China, media pemerintah melaporkan 31 orang meninggal dunia dan 531 lainnya masih dalam pencarian.

Dengan demikian, jumlah korban meninggal akibat bencana di Nepal dan China mencapai sedikitnya 1.375 orang. Sementara jumlah orang yang masih hilang di kedua negara tersebut mencapai lebih dari 5.500 orang.

Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan korban yang kemungkinan masih bertahan hidup maupun mereka yang belum ditemukan setelah bencana melanda kawasan perbatasan kedua negara.

TERKINI

Load More
x|close