Keluarga Korban Banjir Bandang Nepal Gelar Pemakaman Simbolis, Ribuan Masih Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 05:23
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Para pekerja menggunakan ekskavator untuk membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Dhunge Bazaar, Distrik Nuwakot, Nepal, Sabtu (29/8/2026) Para pekerja menggunakan ekskavator untuk membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Dhunge Bazaar, Distrik Nuwakot, Nepal, Sabtu (29/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Kathmandu - Keluarga korban banjir bandang di Nepal menggelar pemakaman simbolis bagi kerabat mereka yang hingga kini belum ditemukan. Upacara tersebut dilakukan setelah bencana dahsyat melanda kawasan Himalaya sekitar sepekan lalu.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 3 September 2026, pemakaman simbolis digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para korban yang masih hilang setelah gelombang air dingin bercampur batu dan puing menerjang kawasan perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus.

Sepekan setelah bencana terjadi, tim tanggap darurat telah menemukan lebih dari 1.100 jenazah. Namun, ribuan orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

“Kami harus melakukan ini agar rohnya terbebas, sehingga ia dapat beristirahat dan merasa bahagia di mana pun berada,” ujar Dolma Newar Tamang dalam upacara pemakaman simbolis untuk suaminya.

Di tengah keluarga yang mulai menerima kemungkinan terburuk, operasi pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim penyelamat Nepal. Petugas antara lain menggali endapan lumpur keras yang menutup sejumlah terowongan pembangkit listrik tenaga air.

Baca Juga: Korban Tewas Bencana Longsor di Nepal Capai 951 Orang, 590 WNA Hilang

Hingga kini, beberapa jenazah telah berhasil ditemukan dari dalam terowongan. Tim penyelamat masih melanjutkan proses pencarian dengan berbagai metode, mulai dari penggalian dan pengeboran hingga penggunaan bahan peledak untuk membuka timbunan puing.

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan pemerintah masih mempertahankan harapan bahwa sebagian orang yang hilang dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

“Saat ini, saya tidak ingin sepenuhnya menyerah pada harapan,” kata Shisir.

Ratusan Jenazah Dimakamkan Massal

Tingginya jumlah korban membuat kapasitas kamar jenazah di Nepal tidak lagi mencukupi untuk menampung seluruh jasad yang telah ditemukan.

Otoritas setempat akhirnya dilaporkan melakukan pemakaman massal terhadap ratusan jenazah yang belum berhasil diidentifikasi. Sebelum dimakamkan, sampel DNA terlebih dahulu diambil untuk membantu proses identifikasi korban.

Di Nepal, sebanyak 1.114 jenazah telah ditemukan, sementara 3.916 orang masih tercatat hilang. Sedangkan di China, laporan mencatat 16 orang meninggal dunia dan 546 lainnya masih belum ditemukan.

Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah  <b>(Antara)</b> Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah (Antara)

Jika digabungkan, jumlah korban meninggal di kedua negara mencapai 1.130 orang. Sementara itu, total orang yang masih dinyatakan hilang mencapai 4.462 orang.

Lebih dari 800 warga negara asing yang berasal dari lebih dari 30 negara juga masuk dalam daftar orang hilang. Sebanyak 583 orang dilaporkan hilang di Nepal dan 261 lainnya berada di China.

Mereka di antaranya merupakan wisatawan yang datang untuk melakukan pendakian di kawasan Himalaya serta peziarah Hindu yang melakukan perjalanan menuju Gunung Kailash di Tibet, yang dikenal sebagai salah satu gunung suci.

Dampak banjir bandang tersebut juga meluas hingga India. Sedikitnya 17 jenazah dilaporkan telah ditemukan dari sejumlah sungai di wilayah hilir.

Sementara pencarian korban masih berlangsung, keluarga harus menghadapi ketidakpastian karena banyak kerabat mereka belum ditemukan. Dalam kondisi tersebut, pemakaman simbolis menjadi pilihan bagi sebagian keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir meski jasad orang yang mereka cintai belum ditemukan.

HIGHLIGHT

x|close