Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Tembus 750 Orang, Ribuan Masih Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2026, 06:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Banjir Bandang China-Nepal Banjir Bandang China-Nepal (Istimewa)

Ntvnews.id, Nepal - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dahsyat yang melanda wilayah Nepal dan Tibet terus bertambah. Total korban tewas kini mencapai 750 orang, sedangkan ribuan lainnya masih belum ditemukan.

Dilansir dari AFP, Senin, 31 Agustus 2026, otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan sedikitnya 734 orang meninggal akibat bencana yang terjadi di kawasan dekat perbatasan China. Sebanyak 2.498 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Upaya pencarian dan penyelamatan telah memasuki hari kelima setelah banjir besar menerjang kawasan tersebut.

Sementara itu, pemerintah China sebelumnya melaporkan 16 korban meninggal dunia di wilayah Tibet. Selain itu, sebanyak 546 orang masih belum ditemukan setelah bencana yang terjadi pada Rabu.

Jika kedua laporan tersebut digabungkan, jumlah korban meninggal akibat bencana di Nepal dan Tibet mencapai 750 orang, sedangkan 3.044 orang masih dalam pencarian.

Baca Juga: PBB Kerahkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Nepal-China

Tim penyelamat dari Nepal dan China terus melakukan pencarian terhadap ribuan orang yang masih hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda kawasan Himalaya.

Bencana tersebut membawa material dalam jumlah besar, mulai dari air, lumpur, bebatuan, hingga es yang kemudian menerjang sejumlah permukiman dan desa.

Petugas juga berpacu dengan waktu untuk menemukan dan mengevakuasi korban yang masih bertahan hidup di wilayah terdampak. Namun, kerusakan infrastruktur membuat perjalanan menuju sejumlah daerah menjadi semakin sulit.

Di tengah kondisi tersebut, ketersediaan kebutuhan dasar seperti makanan dan air juga mulai berkurang.

Cuaca menjadi salah satu tantangan terbesar dalam operasi pencarian. Hujan yang masih turun di sejumlah lokasi meningkatkan risiko banjir susulan dan membahayakan keselamatan tim penyelamat.

Material lumpur dan es yang terbawa arus banjir juga membentuk sejumlah danau lumpur di kawasan terdampak. Salah satu danau tersebut bahkan dikhawatirkan dapat membahayakan petugas yang masih menjalankan operasi pencarian.

Sebelumnya, otoritas Nepal meminta seluruh personel penyelamat segera menuju tempat yang lebih aman. Peringatan tersebut dikeluarkan setelah adanya informasi mengenai potensi jebolnya salah satu bendungan yang berada di wilayah Tibet.

Kondisi tersebut membuat operasi pencarian dan penyelamatan harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi, mengingat ancaman bencana susulan masih dapat terjadi di kawasan terdampak.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close