Ntvnews.id, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang melanda Nepal dilaporkan terus bertambah tajam hingga mencapai 289 orang. Angka tersebut dikonfirmasi oleh kepolisian setempat sebagaimana dilaporkan media lokal Kathmandu Post, Kamis, 27 Agustus 2026.
Sementara itu dari sisi perbatasan China, media penyiaran resmi China Central Television (CCTV) melaporkan dampak bencana longsor lumpur yang terjadi di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal. Jumlah korban yang belum ditemukan di area tersebut melonjak menjadi 558 orang.
Laporan CCTV mencatat tiga orang dipastikan tewas dan 558 lainnya masih hilang, termasuk di antaranya 260 warga negara asing. Proses pendataan serta verifikasi identitas para korban hingga kini masih terus dilakukan oleh pihak berwenang lintas negara.
Seorang warga setempat mengendarai sepeda motor melintasi sisa-sisa jembatan yang hanyut akibat banjir di Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. Banjir besar yang berasal dari wilayah Tibet, Tiongkok, menerjang masuk ke Nepal, menyebabkan banjir luas serta kerusakan pada jalan, jembatan, rumah, dan infrastruktur lainnya. (Antara)