Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal Tewaskan 22 Orang, 384 Turis Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Agu 2026, 05:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal Tewaskan 22 Orang, 384 Turis Hilang Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal Tewaskan 22 Orang, 384 Turis Hilang (Tangkapan Layar)

Ntvnews.id, Kathmandu - Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di sekitar perbatasan China dan Nepal pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bencana tersebut telah menyebabkan sedikitnya 22 orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih belum ditemukan.

Banjir terjadi di sejumlah kawasan Nepal dan Tibet, China. Selain banjir, tanah longsor juga melanda wilayah Gyirong, Tibet, yang berada tidak jauh dari perbatasan kedua negara.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu  26 Agustus 2026, otoritas setempat melaporkan sekitar 384 wisatawan hilang akibat bencana tersebut. Dari jumlah itu, 291 orang diketahui merupakan turis asal Inggris, Amerika Serikat, India, dan Malaysia.

Pemerintah China telah memperingatkan kemungkinan bertambahnya jumlah korban. Presiden China Xi Jinping juga menginstruksikan pengerahan upaya pencarian dan penyelamatan secara maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang.

Di Nepal, sekitar 60 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air dilaporkan belum ditemukan. Informasi tersebut disampaikan kantor berita nasional Nepal, RSS.

Baca Juga: WhatsApp Blak-blakan Blokir Banyak Akun

Puluhan pekerja itu diketahui tengah bertugas di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Langtang Khola yang berada di Rasuwa. Mereka sedang mengerjakan konstruksi beton di dalam sebuah terowongan ketika banjir menerjang dan merusak kawasan proyek.

Selain para pekerja, sekitar 400 wisatawan, termasuk turis asing, juga dilaporkan belum diketahui keberadaannya berdasarkan informasi dari badan pariwisata Nepal.

Gempa Diduga Picu Longsor dan Banjir

Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal mengatakan banjir tersebut diduga berkaitan dengan gempa bumi yang memicu tanah longsor besar. Material longsoran kemudian menutup aliran Sungai Bhote Koshi sehingga air meluap dan menyebabkan banjir.

"Gempa bumi terjadi pukul 08.37 pagi tadi, dan akibatnya terjadi tanah longsor besar yang menghalangi aliran sungai, yang tampaknya menyebabkan banjir," kata Khanal dalam rapat di Dewan Perwakilan Rakyat Nepal.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,4 terjadi di kawasan tersebut pada waktu yang berdekatan dengan bencana.

Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal Tewaskan 22 Orang, 384 Turis Hilang <b>(Tangkapan Layar)</b> Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal Tewaskan 22 Orang, 384 Turis Hilang (Tangkapan Layar)

Tim penyelamat yang terdiri dari personel kepolisian dan militer Nepal masih melakukan pencarian terhadap warga serta pekerja yang dilaporkan hilang.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bahaya susulan.

"Masyarakat di sepanjang sungai disarankan untuk lebih berhati-hati dan tetap waspada," kata Balendra seperti dikutip Reuters.

Proses evakuasi dan pencarian korban menghadapi sejumlah hambatan. Juru bicara militer Nepal Raja Ram Basnet mengatakan helikopter belum dapat mendarat di beberapa wilayah, termasuk Syapru Besi dan Timure di Nepal bagian utara, hingga kondisi air berangsur surut.

Di sisi lain, Presiden Xi Jinping memerintahkan pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar untuk menemukan para korban yang masih hilang.

Pemerintah China juga menyiapkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak, antara lain tenda, kompor pemanas, pakaian, serta perlengkapan tidur.

HIGHLIGHT

x|close