China Kecam Ancaman Sanksi AS ke Negara yang Kerja Sama dengan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 04:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (3/3/2025). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (3/3/2025). (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - China mengecam langkah Amerika Serikat (AS) yang mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder kepada negara-negara yang masih menjalin kerja sama ekonomi dengan Iran.

Beijing meminta Washington tidak mencampuri hubungan ekonomi China dan Iran yang dilakukan berdasarkan ketentuan hukum internasional.

"Kerja sama China dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional dan tidak boleh diganggu," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian, dikutip dari Anadolu, Rabu, 26 Agustus 2026.

Lin menegaskan China menolak keras penerapan sanksi sepihak yang dianggap ilegal tersebut. Menurutnya, kebijakan itu tidak memiliki landasan hukum internasional maupun mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Ia juga memperingatkan bahwa sanksi terbaru AS terhadap Iran dapat memberikan dampak terhadap stabilitas sistem keuangan dunia.

Menurut Lin, kebijakan tekanan seperti itu justru berpotensi memperbesar eskalasi konflik, mengganggu perekonomian global, serta merugikan kepentingan negara lain.

Lin kemudian menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk mengutamakan dialog sebagai upaya mencari penyelesaian.

"Perang ekonomi dan tekanan maksimal bukanlah solusi," ucapnya.

Baca Juga: AS Peringatkan China soal Risiko Sanksi Jika Tetap Berbisnis dengan Iran

Sebelumnya, Washington meminta negara-negara lain ikut mendukung upayanya untuk mengisolasi perekonomian Iran. China menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian karena merupakan mitra strategis utama Teheran.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA), yang juga menjadi salah satu mitra dagang penting Iran, pada Selasa (18/8) mengumumkan penghentian sementara seluruh transaksi perdagangan dan keuangan dengan Teheran hingga waktu yang belum ditentukan.

Pemerintah Iran merespons tekanan tersebut dengan memperingatkan negara-negara lain agar tidak ikut dalam 'perang ekonomi' yang dilancarkan AS. Teheran bahkan menyatakan negara yang berpartisipasi akan dianggap sebagai musuh.

"Negara mana pun yang berpartisipasi dalam penerapan pembatasan ekonomi terhadap kami akan dianggap sebagai musuh," kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, dalam siaran televisi pemerintah Iran.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close