Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, menghubungi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat untuk membahas penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Dalam pembicaraan tersebut, Arthur mengatakan Malaysia dan Indonesia sepakat memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kabut asap lintas batas demi menjaga kualitas udara kedua negara.
"Mengingat fenomena El Nino. Diperkirakan akan menguat menjelang Oktober 2026, bertepatan dengan Muson Barat Daya. Kedua negara berkomitmen penuh untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dini," ujarnya, dikutip dari Bernama, Rabu, 26 Agustus 2026.
Langkah tersebut menjadi perhatian khusus menjelang perayaan Hari Nasional Malaysia ke-69 yang akan digelar di Dataran Putrajaya pada 31 Agustus. Selain itu, Malaysia juga akan menggelar perayaan Hari Malaysia di Kuching, Sarawak, pada 16 September.
Arthur turut menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Indonesia karena telah memberikan izin resmi untuk pelaksanaan operasi penyemaian awan yang melintasi wilayah udara Indonesia dan menyasar kawasan di sepanjang perbatasan kedua negara.
Menurut Arthur, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NADMA) bersama Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) sedang mempersiapkan jadwal pelaksanaan operasi bersama dengan Angkatan Bersenjata Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Upayakan Penanganan Karhutla Segera Selesai
Ia menegaskan Malaysia terus mendukung berbagai langkah cepat yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengendalikan dan memitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, NRES melalui Departemen Lingkungan Hidup dan MetMalaysia akan meningkatkan pemantauan terhadap titik panas atau hotspot serta kualitas udara ambien. Komunikasi dengan pemerintah Indonesia juga akan terus diperkuat guna merespons perkembangan kondisi kabut asap.
Kabut asap kini telah menyelimuti sejumlah wilayah di Malaysia sebagai dampak dari karhutla yang terjadi di Indonesia.
Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau warga di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila indeks kualitas udara mencapai lebih dari 100. Masyarakat juga diminta segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami gangguan pernapasan, seperti sesak napas atau batuk yang berlangsung dalam waktu lama.
Temuan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 1.511,55 hektare areal konsesi perkebunan di Pulau Kalimantan oleh Kemenhut. (Antara)