Ntvnews.id, Washington - Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran dengan menyasar lima sektor utama, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan kebijakan tersebut pada Selasa, 25 Agustus 2026.
"Keputusan sanksi sektoral baru yang dikeluarkan hari ini menargetkan lima jalur kehidupan paling vital Iran yang dimanfaatkannya di negara-negara lain, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran," kata Bessent dalam konferensi pers.
Selain menyasar lima sektor tersebut, Departemen Keuangan AS juga mengenakan sanksi kepada lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran.
Sebelumnya, dalam artikel opini yang dimuat Financial Times pada Minggu, 23 Agustus 2026, Bessent menyatakan AS telah memasuki tahap akhir konfliknya dengan Iran melalui peluncuran operasi ekonomi terhadap negara tersebut.
Baca Juga: AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Mojtaba Khamenei, Apa Itu?
Presiden AS Donald Trump telah lebih dahulu mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran pada Kamis, 20 Agustus 2026. Ia menyebut kebijakan itu sebagai bentuk isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Trump juga mendorong negara-negara sekutu AS untuk ikut bergabung dalam langkah tersebut. Meski beralih pada strategi tekanan ekonomi, Trump sebelumnya menegaskan bahwa AS tidak menutup kemungkinan penggunaan opsi militer terhadap Iran.
Ketegangan antara AS dan Iran bermula pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Iran kemudian membalas serangan tersebut terhadap pihak lawan.
Pada pertengahan Juni, kedua negara sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, tidak lama setelah itu, kedua pihak kembali melancarkan serangan.
Baca Juga: AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Otoritas Iran Pengelola Selat Hormuz
Hingga kini, konflik antara AS dan Iran belum menemukan penyelesaian. Kedua negara memang tidak terlibat pertempuran secara langsung, tetapi AS terus mengandalkan tekanan ekonomi dalam menghadapi Iran.
(Sumber: Antara)
Menteri Keuangan AS Scott Bessent berbicara dalam konferensi pers di Cash Room Departemen Keuangan di Washington, D.C., pada 24 Agustus 2026, saat ia mengumumkan serangkaian sanksi baru terhadap Iran dan menyebut langkah-langkah tersebut sebagai (Antara)