Putra Menkes AS Jadi Buronan Rusia Usai Disebut Bertempur untuk Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Agu 2026, 09:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Putra Menteri Kesehatan Amerika Serikat (AS) Robert F. Kennedy Jr., Conor Kennedy, masuk dalam daftar buronan internasional Rusia setelah pengadilan di Moskow memerintahkan penangkapannya secara in absentia.

Dilansir dari First post, Sabtu, 22 Agustus 2026, Pengadilan Distrik Basmanny di Moskow, yang kemudian diperkuat Pengadilan Kota Moskow setelah proses banding tertutup, menuduh Conor terlibat sebagai tentara Ukraina.

Pengadilan Basmanny mengabulkan permohonan penangkapan Conor secara in absentia setelah jaksa penuntut Rusia mengajukan permintaan resmi.

Dalam dokumen penuntutan disebutkan bahwa Conor terlibat langsung dalam pertempuran bersenjata melawan pasukan Rusia di wilayah Kharkiv pada 2022.

Jika berhasil ditangkap atau diekstradisi ke Rusia, Conor dapat menghadapi hukuman penjara antara tujuh hingga 10 tahun berdasarkan Kitab Undang-Undang Pidana Federasi Rusia.

Meski kemungkinan Rusia menangkap Conor dinilai sangat kecil, ia tetap menghindari bepergian ke negara-negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Moskow.

Baca Juga: FIFA Beri Sanksi ke Pemain dan Ofisial Timnas Argentina Gegara Keributan di Final Piala Dunia

Proses hukum tersebut merupakan hasil dari penyelidikan Komite Investigasi Federasi Rusia terhadap warga negara asing yang diketahui ikut bertempur bersama militer Ukraina.

Kronologi Conor Ikut Perang di Ukraina

Conor dilaporkan berangkat ke Eropa Timur pada 2022 untuk bergabung dengan Legiun Internasional Ukraina.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Conor mengungkapkan bahwa keputusan untuk ikut berperang diambilnya hanya 24 jam setelah Legiun Internasional dibentuk. Ia mengaku terdorong oleh banyaknya korban jiwa dalam konflik tersebut.

Meski tidak memiliki pengalaman militer maupun pelatihan taktis sebelumnya, Conor mendatangi Kedutaan Besar Ukraina di Washington untuk mencari informasi mengenai proses pendaftaran. Setelah itu, ia pergi seorang diri ke Polandia dan melanjutkan perjalanan menuju perbatasan Ukraina untuk bergabung dengan legiun asing.

Conor memilih beroperasi secara anonim di garis depan. Langkah itu dilakukan agar dirinya tidak mendapatkan perlakuan khusus sekaligus untuk mencegah munculnya potensi risiko keamanan terhadap rekan-rekan satuannya.

Ia disebut hanya memberi tahu satu orang di Amerika Serikat mengenai tujuan sebenarnya. Sementara itu, identitas aslinya hanya diketahui oleh seorang rekan sesama prajurit di Ukraina.

Walaupun sebelumnya tidak mempunyai pengalaman bertempur, Conor menjalani pelatihan infanteri secara intensif, termasuk latihan penggunaan senjata dan penguatan fisik. Ia kemudian ditempatkan sebagai penembak senapan mesin di wilayah front timur laut Kharkiv.

Conor diketahui bertugas bersama pasukan Ukraina selama sekitar dua setengah hingga empat bulan.

HIGHLIGHT

x|close